Konten dari Pengguna

Baby Blues pada Ayah, Bisakah?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baby Blues pada Ayah, Bisakah?

Baby blues merupakan sebuah kondisi yang lumrah dialami oleh wanita pasca melahirkan. Sekitar 70 hingga 80 persen wanita di dunia berjuang melawan baby blues setelah melahirkan. Apa sih baby blues ini Moms? Jika Moms merasa mudah tersinggung, mudah menangis, merasa rendah diri atau perasaan tertekan pasca melahirkan, inilah yang dinamakan baby blues. Bukan merupakan kesalahan Moms, melainkan memang ada perubahan hormon yang bekerja dalam tubuh kita yang menyebabkan baby blues tersebut hadir. Terbuka kepada sekitar, perbanyak istirahat dan mengusahakan adanya me-time selama masa-masa mengurus si Kecil menjadi beberapa alternatif yang dapat Moms lakukan untuk mengatasi baby blues tersebut. Keterlibatan para Ayah juga perlu, lho, untuk menjaga agar kondisi tersebut tidak berlarut-larut bahkan semakin menjadi-jadi.

Pada kasus saya, Alhamdulillah saya tidak mengalami apa yang dinamakan baby blues. Bukan saya, melainkan suami saya yang mana saya baru menyadarinya setelah fase tersebut telah kami lewati. Bisakah Ayah mengalami baby blues?

Jawabannya ternyata: YA. 1 dari 10 Ayah mengalami Postnatal Depression (PND) atau depresi pasca (sang istri) melahirkan. Tetapi, baby blues yang dialami Ayah berbeda dengan yang dialami oleh Moms. Hal ini dikarenakan PND tidak ada kaitannya dengan perubahan hormonal, melainkan akibat dari perubahan pola hidup dan tanggung jawab. Baby blues pada Moms dapat dengan cepat teratasi sejalan dengan waktu, namun baby blues pada Ayah cenderung lebih lama "bertahan". Kemunculannya juga tidak serta merta pasca melahirkan, melainkan bisa saja muncul di bulan ketiga dan seterusnya.

Beberapa penyebab PND adalah:

  • Kekhawatiran akan menjadi seorang kepala keluarga yang baik
  • Kekhawatiran akan kondisi keuangan keluarga
  • Trauma masa kecil yang berkenaan dengan peranan ayah dan anak
  • dan sebagainya

Berikut tips Mama Nimo dalam menghadapi baby blues pada Ayah serta mencegah terkena baby blues juga pasca melahirkan:

1. Bagi bersama tugas mengurus bayi. Seperti misalnya di hari Senin hingga Kamis, yang bertugas "Jaga Malam" adalah Moms, dan Jumat hingga Minggu adalah Ayah. Atau Moms yang memandikan si Kecil dan Ayah yang menggantikan popoknya. Dan sebagainya.

2. Gunakan ASIP saat malam hari, dan usahakan agar bayi tidur di boks bayi dekat dengan Moms/Ayah yang bertugas jaga malam, untuk memudahkan pemberian ASI saat si Kecil terbangun tengah malam.

3. Hindari "Dad Shaming" ya, Moms. Seperti mengatakan "bukan begitu!", atau "kerjaan Ayah tidak benar!", atau bahkan "biar aku saja!" saat Ayah sedang mengurus si Kecil. Ingat bahwa Ayah pun bukan ahli, sama seperti Moms pada awalnya. Ayah pun boleh dan bisa saja melakukan kesalahan. Biarkan Ayah belajar mengurus si Kecil sekaligus untuk membangun bonding antara Ayah dan si Kecil sejak dini. Psst, kelak juga bisa meringankan tugas Moms lho. Dan jangan lupa beri pujian saat Ayah berhasil ya!

4. Adakan sesi pillow talk setiap sebelum tidur, untuk mengungkapkan hal-hal yang mengganjal atau sekedar berbagi ungkapan cinta setiap malam sebelum tidur ya Moms. Karena Ayah juga butuh perhatian Moms yang semakin berkurang sejak kehadiran si Kecil!

Ketika Ayah mengalami baby blues, hal ini dapat memperparah kondisi depresi Moms juga. Apalagi jika Moms tidak mengetahui bahwa Ayah terkena baby blues. Oleh karena itu, keluarga adalah sebuah TEAM ya, Moms. Penting sekali untuk saling terbuka satu sama lain serta memahami kondisi masing-masing. Demikian, semoga bermanfaat ya, Moms!