Konten dari Pengguna

Baby Brain yang Ku Alami Saat Hamil dan Caraku Mengatasinya

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baby Brain yang Ku Alami Saat Hamil dan Caraku Mengatasinya

Saat masa kehamilan, saya sering kali menjadi pelupa, entah bagaimana saya yang biasanya mengingat berbagai hal keperluan rumah tangga, bisa tiba-tiba menjadi pelupa. Seperti contoh saat berbelanja keperluan rumah tangga, saya yang biasanya tidak memerlukan list belanja, sekarang harus detail menulis apa-apa yang akan dibeli. Contoh sederhana lainnya, karena saya memakai kacamata dan sehari-hari harus memakai dikarenakan minus yang cukup tinggi, saya sering kali lupa meletakkan kacamata.

Hingga pernah suatu hari saya meletakkan kacamata di tempat tidur dan tertindih hingga kacamata patah dan pecah. Sebenarnya saya tidak tau mengalami sindrom apa, dan ternyata ini benar2 nyata saya mengalami apa yang disebut sebagai sindrom baby brain atau sindrom pelupa.

Hal ini terjadi puncaknya pada saat saya hamil trimester ke-3 dan berlangsung hingga melahirkan. Saking pelupanya, saya pernah beberapa kali lupa memasak makanan buat anak sulung saya. Dan akhirnya saya tidak jadi memasak dan membeli makanan di luar. Pernah juga beberapa kali lupa mengklik tanda memasak di rice cooker sehingga nasi tidak matang.

Kemudian setelah mencari tau berbagai sumber, hal ini memang bisa terjadi pada kehamilan, beberapa menyebutkan bahwa "Fungsi kognitif secara umum, memori, dan fungsi eksekutif akan berkurang secara signifikan di trimester ke-3. Penurunan ingatan memang terjadi di trimester 1 dan ke 2, namun sangat terasa di trimester ke 3". Bagi saya, baby brain merupakan masalah yang cukup serius. Kita semakin hari semakin sulit untuk fokus. Yuk Moms kita kenalan dengan baby brain.

Singkatnya baby brain adalah sindrom yang membuat kita, ibu hamil ini menjadi pelupa dan sulit berkonsentrasi. Misalnya sering lupa meletakkan barang atau melakukan sesuatu yang penting. Sebenarnya ada pro dan kontra yang terjadi di kalangan masyarakat, namun bagi saya hal ini sangat nyata terjadi. Dan sebelum saya hamil, saya biasanya sangat fokus, karena sebelumnya saya bekerja di bagian keuangan di suatu perusahaan. Saya cukup merasakan perubahan konsentrasi terhadap banyak hal selama kehamilan. Dan beberapa sumber juga mengatakan tidak jelas apa penyebabnya, namun beberapa menyebutkan hal ini disebabkan oleh perubahan hormon, stresor yang meningkat, serta kurang tidur atau kurang istirahat.

Meski hal ini banyak terjadi dan dianggap normal untuk sebagian orang, namun perlu diperhatikan karena tanda-tanda ini bisa merupakan penyebab awal terjadinya depresi.

Gejala apa saja yang perlu diwaspadai?

1. Merasa sedih secara konsisten dan hampir terus menerus ‌2. Kehilangan minat terhadap hal-hal yang biasanya menyenangkan ‌3. Merasa rendah diri ‌4. Merasa sulit untuk beristirahat dan tidak cukup tidur ‌5. Merasa bersalah hingga seperti akan melakukan sesuatu dan kita merasa pasti gagal

Jika gejala di atas terjadi dan dialami oleh Moms semua, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Tips dari saya agar sindrom baby brain tidak mengganggu aktivitas kita:

‌- Membuat to do list ‌Dalam sehari-hari kita juga memiliki berbagai kegiatan terjadwal kan Moms, maka jangan ragu untuk membuat to do list dan letakkan di tempat yang sering Moms lewati, agar ingat. ‌- Letakkan benda-benda penting di tempat yang mudah dicari atau dilihat. ‌- Catat janji atau event penting di kalender atau kita bisa gunakan Stabilo atau spidol berwarna cerah sebagai pengingat. ‌- Buat reminder atau pasang alarm di smartphone. ‌- Libatkan orang lain, seperti halnya suami, atau saudara saat kita butuh untuk diingatkan.

Walaupun saat mengalami baby brain ini mengganggu aktivitas, kita tidak perlu khawatir, hal ini tidaklah mengganggu kesehatan. Cobalah untuk lebih bisa menikmati momen kehamilan dan fokus kepada si Kecil yang akan lahir, jika kondisi baby brain ini cukup mengganggu, segera berkonsultasi dengan dokter ya Moms.