Konten dari Pengguna

Baby Sudah Terkena Cacar Air, Perlukah Imunisasi Lagi?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Varicella atau cacar air itu?

Varicella atau yang dikenal juga secara awam sebagai cacar air adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Di Indonesia, penyakit ini disebut sebagai cacar air karena gelembung atau bisul yang terbentuk pada kulit apabila pecah bisa mengeluarkan air. Penyakit ini sangat mudah menyebar kepada orang lain terutama anak-anak, yang belum pernah terkena Varicella sebelumnya. Penyebaran dari virus Varicella Zoster terjadi melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Varicella paling sering ditemukan pada anak-anak berusia 1-9 tahun.

Apa saja Ciri dan Gejala dari Varicella / Cacar Air?

Ciri dan gejala cacar air biasanya muncul 7-21 hari setelah paparan. Gejala cacar air berupa demam ringan, pilek, batuk ringan, sakit kepala, lemas, dan tidak nafsu makan. Bentol-bentol muncul pada tubuh 2-3 hari setelahnya yang kemudian berkembang menjadi lenting gatal berisi cairan, dan kemudian mengering membentuk koreng dalam waktu 4-5 hari. Lenting yang muncul dapat berjumlah sedikit, atau dapat pula lebih dari 500 lentingan.

Cacar air biasanya menular sejak 1-2 hari sebelum ruam muncul, hingga 6 hari setelah lenting terbentuk. Pada mulut, telinga dan mata juga dapat berbentuk luka.

Pengalaman Cacar Air pada Stacy (anak saya)

Saat terkena cacar air, Stacy baru berusia 13 bulan. Saat itu ia terkena cacar air 3 hari sebelum jadwal imunisasi Varicella. Jadi sebelum imunisasi, dia sudah lebih dahulu terkena cacar air. Saat itu pertama kali saya temukan seperti bentol-bentol kecil di daerah kemaluannya. Dan esok harinya, makin menyebar ke seluruh tubuhnya.

Segera saya bawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat, mengingat usianya masih sangat kecil. Dokter memberikan obat minum, salep dan bedak untuk meredakan gatal dari cacarnya. Menurut dokter, tidak masalah Stacy mandi asal suhu tubuhnya normal.

Bersyukur sekali saya memiliki anak yang cenderung tidak rewel, jadi walaupun terkena cacar, Stacy tetap aktif dan ceria seperti biasa. Setelah 6 hari, bentol-bentol cacarnya mulai kering dan copot.

Jika sudah lebih dulu terkena cacar air, perlukah imunisasi lagi?

Hal ini yang saya tanyakan kepada dokter anak yang menangani Stacy. Saya berpikir, untuk apa imunisasi lagi kalau toh sudah kena cacar? Namun ternyata dokter menganjurkan untuk tetap imunisasi walau sudah terkena cacar. Karena belum lama pun ada pasiennya yang terkena cacar sampai 3x.

Jadi lebih baik jika tetap imunisasi untuk mencegah terjangkit cacar kembali.

 

Semoga bermanfaat.

By: Milka Nathasia

Copyright by Babyologist