Mom
·
9 November 2018 20:15

Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest +

Konten ini diproduksi oleh Babyologist
Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest + (470163)
Pada tahun 1994, American Academy of Pediatrics melaksanakan Back to Sleep Campaign untuk mendorong para orang tua menidurkan anaknya dengan posisi telentang. Langkah ini kemudian berhasil mengurangi kasus SIDS (sudden infant death syndrome) lebih dari 50% dan menyelamatkan hidup ribuan bayi. Namun, masalah baru mulai muncul, para ahli menemukan adanya kenaikan kasus Plagiocephaly (flat head syndrome) sebanyak 5 kali lipat setelah kampanye tersebut dilaksanakan.
ADVERTISEMENT
Michael L. Cunningham, MD, PhD, kepala divisi Pengobatan Kraniofasial di Seattle Children’s Hospital, menjelaskan bahwa tidur telentang membuat bayi lebih jarang bergerak dibanding posisi tidur tengkurap. Tidur telentang membuat bagian kepala bayi menjadi tertekan dalam jangka waktu yang lama sehingga mereka lebih berisiko terkena flat head syndrome.
Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest + (470164)
Melihat kondisi tersebut, seorang dokter anak asal Perancis Dr. Maidenberg mencari sebuah solusi yang sederhana sekaligus efektif untuk melawan wabah ­flat head syndrome. Ia kemudian memutuskan untuk bekerja sama dengan seorang fashion designer, Gina Diwan. Kolaborasi mereka kemudian menghasilkan Lovenest, sebuah bantal dengan cekungan khusus yang sesuai dengan bentuk tengkorak bayi. Desain seperti ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada kepala bayi sehingga akan mencegah flat head syndrome.
ADVERTISEMENT
Tengkorak kepala bayi yang masih lunak dan mudah dibentuk membuat ia rentan terkena flat head syndrome. Untuk itu, kepalanya perlu ditopang dengan bantuan khusus, seperti desain ergonomis yang dimiliki bantal Lovenest.
Apa saja kelebihan Lovenest?
Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest + (470165)
Secara efektif dapat mencegah flat head syndrome pada bayi.
Lubang dan cekungan pada bantal Lovenest akan mengurangi tekanan pada kepala bayi.
Isi Lovenest yang terbuat dari busa yang lembut dan breathable akan melancarkan ventilasi udara sehingga bayi tetap merasa nyaman dan sejuk selama tidur.
Permukaan bantal yang menggunakan cotton spandex akan terasa lembut ketika bersentuhan dengan kulit bayi.
Dapat digunakan di mana saja, seperti ranjang bayi, baby bouncers, stroller, bahkan car seats.
Dapat digunakan sejak lahir/newborn.
ADVERTISEMENT
Selain Lovenest, Dr. Maidenberg juga menciptakan Lovenest +. Apabila Lovenest diperuntukkan bagi bayi newborn (usia 0) hingga 6 bulan, Lovenest + dibuat untuk bayi yang berusia 6 - 12 bulan. Selain itu, Lovenest + juga memiliki foam dan tekstur yang lebih keras, sehingga cocok digunakan oleh bayi yang berusia 6 bulan ke atas.
Fitur apa yang membedakan Lovenest & Lovenest +?
Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest + (470166)
Lovenest + yang terbuat dari Coolmax® antibacterial fabric akan mencegah bayi berkeringat serta akan membuatnya tetap merasa sejuk. 
Fitur thermo-regulating Lovenest + dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh bayi.
Memiliki ukuran yang lebih besar (sesuai dengan anak usia 6-12 bulan) sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
ADVERTISEMENT
Bagian belakang bantal yang bersifat non-slip membuat Lovenest + aman digunakan pada ragam permukaan miring.
Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest + (470167)
Avni Trivedi, seorang Osteopati Paediatrik di U.K. yang berpengalaman dalam menangani bayi dengan flat head syndrome, sangat merekomendasikan para orang tua untuk menggunakan Lovenest + karena desainnya yang mampu mengurangi tekanan pada tengkorak kepala bayi.
Informasi seputar produk
Berbeda dengan bantal bayi pada umumnya, Lovenest dan Lovenest + tidak akan membatasi gerakan bayi selama tidur.
Lovenest tersedia dalam 4 warna: Smokey (abu-abu), biru, putih, dan pink.
Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest + (470168)
Lovenest + tersedia dalam 2 warna: Smokey (abu-abu) dan Mozaic (biru).
Tindakan pencegahan lebih baik dibanding jalur pengobatan dalam mengatasi flat head syndrome. Hal ini dikarenakan tengkorak bayi akan menjadi kokoh dan sulit dibentuk seiring pertumbuhannya. Jika terlambat diatasi, maka bayi akan memerlukan perawatan khusus seperti cranial orthotic therapy. Selama periode terapi, bayi akan menggunakan helm atau ikat kepala khusus 23 jam per hari. Terapi ini umumnya berlangsung selama 2 hingga 6 bulan tergantung dari kondisi kepala bayi sendiri.
ADVERTISEMENT
Selain dapat mempengaruhi bentuk kepala, flat head syndrome juga bisa berdampak pada kemampuan penglihatan, pendengaran, kognitif, bahkan keterlambatan morotik. Oleh karena itu, pencegahan flat head syndrome penting untuk dilakukan sejak dini.
Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest + (470169)
 
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
 
Referensi: Tribunnews, BabyCenter, The Bump, Babymoov.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white