Bagaimana Agar Tidak Merasa Bersalah Meninggalkan Anak Untuk Bekerja?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di zaman emansipasi yang semakin berkembang saat ini sudah menjadi hal yang lumrah bagi para Moms untuk tetap bisa berkarir di luar rumah. Ada banyak faktor yang menjadi alasan Moms rela meninggalkan buah hati mereka dengan para pengasuh ataupun keluarga di rumah. Salah satu alasan yang umum adalah faktor ekonomi demi membantu suami memenuhi tuntutan kebutuhan rumah tangga.
Namun selain ekonomi ada alasan lain yang menjadi alasan Moms tetap berkarir di antaranya faktor pembuktian diri, rasa kemandirian yang kuat, pengabdian bagi masyarakat dan lingkungan, tuntutan dari lingkungan ataupun atasan, kepuasan batin serta sejumlah alasan lain yang melatarbelakangi Moms untuk tetap berkarir di luar rumah.
Tidak bisa dipungkiri dengan bekerja di luar rumah otomatis akan mengurangi interaksi Moms dengan buah hati mereka. Banyak momen pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang terlewatkan. Sehingga seringkali hal tersebut menimbulkan perasaan bersalah di hati Moms.
Untuk Membantu Mengurangi Perasaan Bersalah Moms Bisa Melakukan Hal Berikut
Manfaatkan TeknologiDengan semakin canggihnya teknologi yang ada hal ini bisa dimanfaatkan oleh Moms dan si Kecil di rumah untuk tetap berinteraksi. Caranya sempatkan sesekali melakukan video call. Setidaknya si Kecil masih bisa melihat wajah Moms.
Lakukan Quality Time di Hari LiburHari libur artinya Moms bebas dari tugas pekerjaan, maka gunakan waktu tersebut untuk dihabiskan bersama si Kecil. Lakukan kegiatan bersama yang bisa merekatkan kembali ikatan Moms dan si Kecil. Hal-hal yang sederhana seperti bermain bersama, mendongengkan buku cerita atau memeluk cukup bisa membahagiakan untuk si Kecil.
Berpamitan Setiap Moms Berangkat ke Luar RumahDengan melakukan ini secara rutin otomatis Moms membiasakan si Kecil untuk memahami tentang rutinitas yang Moms lakukan. Sehingga si Kecil mengerti dan terbiasa dengan keadaan.
Kuatkan Tekad dan Berpikiran Jangka PanjangMemang bukan perkara mudah meninggalkan si Kecil untuk bekerja di luar rumah. Namun Moms harus tetap fokus dan berpikir tentang tujuan apa yang Moms ingin capai dengan bekerja di luar rumah. Sehingga Moms bisa berkonsentrasi tanpa kehilangan fokus.
Jangan Lupakan Tugas Utama Sebagai IbuMeskipun Moms sibuk dan lelah dengan pekerjaan yang menumpuk namun jangan lupa tugas utama sebagai ibu. Usahakan mengurus kebutuhan si Kecil semaksimal mungkin. Jangan serahkan 100% tugas Moms kepada pengasuh atau keluarga.
Semoga bermanfaat.
By: Kurniati Solekha
