Bagaimana Cara kerja dan Efek Samping KB Implan?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dari berbagai macam metode kontrasepsi ada beberapa jenis yang diminati seperti spiral, pil KB dan kondom, kontrasepsi lain yang mulai diminati yaitu KB implan.
KB implan atau yang dikenal dengan KB susuk adalah sebuah tabung plastik fleksibel berukuran kecil seukuran korek api yang di dalamnya terdapat hormon untuk mencegah kehamilan. Kemudian tabung yang berisi hormon ini akan dimasukan ke dalam kulit bagian lengan atas.
Susuk yang sudah ditanamkan dalam kulit ini akan mengeluarkan hormon secara perlahan dengan kadar rendah sebagai upaya untuk mencegah kehamilan. Cara kerjanya yaitu dengan mencegah terjadinya pelepasan sel telur yang terjadi setiap bulannya.
Selain itu zat progestin yang dilepaskan oleh KB implan juga akan berlendir dan akan menempel pada dinding rahim sehingga bisa mencegah sperma memasuki rahim, ketika sperma sudah berhasil membuahi sel telur, maka sel telur yang berhasil dibuahi ini tidak akan dapat menempel pada rahim.
Jika pemakaiannya benar KB implan ini bisa efektif hingga 3 tahun. Jika belum sempat melepas dan sudah waktunya, sebaiknya Anda menggunakan kondom.
KB implan hanya mencegah kehamilan namun tidak mencegah Anda dari penularan penyakit berbahaya yang ditularkan melalui hubungan intim.
Efek samping KB implan
Darah haid bisa menjadi lebih sedikit atau bahkan lebih banyak
Siklus haid menjadi tidak teratur atau bahkan Anda tidak mengalami haid sama sekali
Keluar bercak darah meskipun tidak sedang haid
Bertambah berat badan
Jerawat
Sakit kepala
Nyeri pada payudara
Infeksi atau bekas luka dikulit setelah pemasangan
Depresi
Jika Anda adalah seorang perokok maka Anda mempunyai risiko yang cukup besar mengalami efek samping di atas, karena efek samping di atas tidak dialami oleh semua perempuan yang memasang KB implan.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
