Bagaimana Cara Menangani Jaundice di Rumah?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Halo Moms! Apa sih jaundice itu? Jaundice biasa kita ketahui dengan penyakit kuning, yaitu suatu keadaan bayi dengan kadar bilirubin yang tinggi. Jangan khawatir Moms, karena kuning pada bayi baru lahir merupakan hal yang normal. Pengalaman pribadi, bayi saya mengalami kuning hingga di angka 18,6 pada usia 9 hari dan dinyatakan clear kurang lebih usia 1,5 bulan. Kok lama banget sih Mom? Yes, bayiku terlahir dengan berat badan lahir rendah yang biasanya memiliki kesulitan pada saat menyusui. Nah biasanya bilirubin akan meningkat pada hari ketiga dan kuning akan menghilang paling lama sekitar 1 hingga 2 bulan setelah bayi dilahirkan. Bila ternyata hasilnya lebih dari angka 11 maka dokter spesialis anak akan menyarankan untuk dilakukan penyinaran sinar UV di rumah sakit secara intensif. Namun bagaimana penanganannya di rumah?
- Berikan ASI/susu formula (bagi bayi yang tidak diberi ASI) sebanyak-banyaknya, minimal 50 ml dalam rentan 3x sedikit demi sedikit. Jika Moms khawatir akan kekurangannya cairan pada tubuh bayi bila menyusui langsung (direct breastfeeding), Moms dapat memerah ASI dan memberikannya dengan media lain. Namun Moms jangan lupa agar ASIP diberikan oleh orang selain Moms, serta tetap diberikan ASI secara langsung (direct breastfeeding) ya Moms.
- Jemur pagi, ini penting ya Moms! Karena kadar bilirubin dapat menurun dengan sinar UV dan sinar UV terbaik adalah matahari pagi antara pukul 07:00 - 09:00. Jemur secara bergantian ya, 30 menit pada sisi depan dan 30 menit pada sisi belakang. Sebenarnya bayi kita tidak perlu terpapar oleh sinar matahari langsung, terdapat sedikit sinar atau terpapar sinar di dalam ruangan pun sudah cukup. Yang terpenting adalah tidak dalam keadaan mendung ataupun berangin.
- Jangan khawatir berlebih! Karena rasa khawatir berlebihan dapat mempengaruhi kadar ASI loh Moms. Tetap tenang, berusaha semampu kita, dan berdoa agar ASI Moms dapat mencukupi kebutuhan si Kecil.
Sekian pengalaman saya dan semoga sehat selalu ya Moms dan bayi kecilnya! :)
