Bagaimana Cara Mencegah SIDS pada Bayi?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagaimana Cara Mencegah SIDS pada Bayi?
Beberapa saat yang lalu, saya menonton salah satu video di sosial media mengenai kematian mendadak yang menimpa salah satu anak dari seorang influencer ternama. Rasanya sedih sekali ya Moms apalagi tidak diketahui penyebab pasti kematiannya, sehingga muncul berbagai perasaan bersalah pada sang ibu. Dalam istilah medis, kematian mendadak pada bayi dinamakan Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS. SIDS dapat terjadi pada bayi berusia 0 bulan hingga 1 tahun, tanpa ada tanda-tanda terlebih dahulu. Ada banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan SIDS pada bayi, salah satunya adalah gagal napas, sehingga menyebabkan bayi pun berhenti bernapas. Terlebih pada bayi baru lahir yang belum memiliki pernafasan yang matang dan kuat, biasanya bayi akan melakukan pernafasan secara bertahap yaitu di awal akan cepat, kemudian melambat dan akan berhenti beberapa detik sebelum akhirnya bernafas kembali. Namun, kondisi ini menjadi tidak normal jika Moms melihat wajah, tangan dan kaki si Kecil berubah menjadi biru. Pada kondisi ini, sebaiknya Moms langsung segera membawanya ke rumah sakit ya Moms.
SIDS pada bayi sebenarnya bisa dicegah, bagaimana caranya?
1. Biasakan bayi untuk tidur di posisi telentang dan tidak perlu menggunakan bantal
Tidur telentang merupakan posisi terbaik untuk si Kecil ya Moms, karena jika di posisi tengkurap, khawatir ia kesulitan untuk bernafas. Pada bayi dengan usia lebih besar mungkin saat tidur tengkurap bisa mencari posisi di mana hidungnya tidak tertutup, tapi pada bayi yang baru lahir dan belum bisa banyak gerak, tidur tengkurap sangat berbahaya. Selain itu, tahukah Moms bahwa bayi sebenarnya belum butuh bantal untuk tidur? Hal ini dikarenakan khawatir bantal akan menyumbat pernafasan si Kecil saat tidur. Jadi, Moms bisa biarkan si Kecil tidur tanpa bantal ya Moms.
2. "Bersihkan" tempat tidurnya, jangan terlalu banyak barang
Biasanya di tempat tidur ada banyak sekali barang, seperti bantal, boneka, guling, atau selimut. Nah Moms bisa bersihkan area tempat tidur si Kecil agar tidak terlalu banyak barang ya Moms, karena khawatir barang-barang tersebut akan menutup jalan nafas si Kecil.
3. Jauhkan dari anggota keluarga yang merokok
Asap rokok tidak hanya mengganggu secara langsung saat sedang dihembuskan oleh si perokok, tapi juga menempel ke mana-mana loh Moms. Asap rokok bisa menempel ke baju, rambut, badan, sofa, hingga gorden di rumah. Jauhkan si Kecil dari anggota keluarga yang merokok dan mintalah untuk tidak merokok di dalam rumah ya Moms, karena efeknya berbahaya sekali bagi si Kecil.
4. Biasakan bayi bersendawa setelah menyusu
Biasakan bayi bersendawa setelah menyusu ya Moms, terutama bagi Moms yang tidak menyusui secara langsung dan menggunakan botol. Jika si Kecil terbiasa menyusu dengan botol hingga tidur, buatlah ia bersendawa terlebih dahulu sebelum ia tidur. Hal ini untuk mencegah susu naik kembali ke atas ya Moms.
5. Gunakan baby monitor
Jika Moms dan si Kecil tidur terpisah kamar, Moms bisa gunakan baby monitor untuk memantau aktivitas si Kecil. Melalui baby monitor, akan terpantau pergerakan dan juga aktivitas yang dilakukan si Kecil selama ia tidur.
