Bagaimana Cara Menghangatkan ASIP yang Dibekukan?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menyusui si Kecil merupakan hal yang sangat didambakan seorang ibu. Namun terkadang, hal tersebut terkendala karena Moms harus kembali bekerja. Demi memenuhi ASI si Kecil, hampir semua Moms yang bekerja memilih untuk memompa ASI dan menyimpan ASI perah atau ASIP dibekukan agar tetap awet dan aman ketika diminum si Kecil. Ketika si Kecil diberi susu ASIP, tentunya susu harus dalam keadaan cair dan hangat.
Kenapa ASIP Harus Dihangatkan?
Sebelum membahas cara-cara menghangatkan ASIP dengan baik dan benar, alangkah baiknya bila kita mengetahui alasan mengapa ASIP harus dihangatkan. Alasan utama mengapa ASIP dihangatkan adalah agar suhu ASIP sama dengan suhu ASI yang normal dari payudara ibu. Dengan demikian perut si Kecil pun bisa mencerna ASI dengan nyaman. Meski pada dasarnya ASIP yang dingin aman untuk diminum bayi, namun bayi belum tentu suka dan menerima karena pencernaan bayi belum terbiasa dengan asupan yang dingin. Bayangkan saja, ketika kita minum es terkadang perut kita kaget, apalagi perut bayi?

Sayangnya, saat ini masih ada beberapa Moms yang belum paham cara menghangatkan ASIP dengan benar. Proses pemanasan yang salah tersebut malah merusak kualitas ASI. Ketika ASI menjadi rusak atau bahkan basi akibat perlakuan yang tidak tepat (misalnya terlalu panas, masih setengah beku, atau dipanaskan dengan terlalu cepat) tentu saja bisa berakibat fatal bagi Si Kecil, Moms.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan saat menghangatkan ASIP:
<ul>
Pastikan selalu mengecek tanggal sebelum menggunakan ASIP. Supaya aman, gunakan metode FIFO (First In First Out) untuk menjaga kesegaran ASIP.
Jangan memberikan ASIP jika sudah terlalu lama disimpan (lebih dari 6 bulan).
Cairkan ASIP terlebih dahulu dari dalam freezer ke dalam kulkas selama semalaman atau dengan menggunakan air mengalir.
Panaskan ASI dengan air hangat, maksimal 40 derajat celcius, dan pijat kantung dengan perlahan supaya efek pencairan berjalan merata.
Hindari penggunaan microwave karena akan menyebabkan hot spot yang justru membahayakan karena bisa membuat lidah bayi terbakar.
Selalu periksa temperatur ASI sebelum memberikannya pada si Kecil. Suhu yang terlalu panas atau dingin akan membuat Si Kecil menjadi kaget dan tidak nyaman.
Setelah dilelehkan, ASI dapat disimpan dalam kulkas dengan batas waktu 24 jam saja.
Jangan membekukan kembali ASI yang telah dicairkan ke dalam freezer. Lebih baik buang ASI tersebut jika tidak diminum karena kualitasnya sudah pasti menurun.
Semoga bermanfaat.
By. Babyologist Editor
Copyright by Babyologist
