Bagaimana Ciri-Ciri Kualitas ASI yang Baik?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagaimana Ciri-Ciri Kualitas ASI yang Baik?
Moms mungkin merasa heran mengapa ASI terlihat encer, berwarna bening, dan cenderung kebiruan. Lalu sewaktu-waktu, ASI berubah menjadi lebih kental dan berwarna putih kekuningan. Hal tersebut mungkin membuat Moms bertanya-tanya tentang kualitas ASI yang Moms berikan untuk si Kecil.
Perubahan tekstur dan warna pada ASI tersebut ternyata wajar, Moms. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini yang dikutip dari Klik Dokter, kualitas ASI tidak dapat dilihat dari tingkat kekentalannya. Baik ASI yang encer maupun kental sama-sama dibutuhkan oleh bayi untuk menunjang tumbuh kembangnya.
Saat menyusui maupun memompa, ASI yang keluar dibedakan menjadi dua bagian. ASI yang keluar pada sesaat si Kecil menyusui disebut dengan foremilk, sedangkan ASI yang keluar pada saat sesi menyusui akan segera berakhir dinamakan hindmilk. Foremilk biasanya memiliki tekstur yang terlihat encer, terlihat bening, dan cenderung kebiruan. Sementara itu, hindmilk memiliki tekstur yang kental, warna putih pekat dan terkadang kekuningan.
Meskipun encer, foremilk mengandung laktosa yang sangat penting untuk perkembangan otak bayi, Moms. Foremilk juga kaya akan protein yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, tulang dan kulit si Kecil, serta mempercepat pembentukan saraf. Sementara itu, hindmilk mengandung banyak lemak dan tinggi kalori. Kandungan lemak inilah yang menyebabkan ASI menjadi lebih kental, berwarna putih pekat, dan cenderung kekuningan. Hindmilk berfungsi untuk mencukupi energi si Kecil dan membuat si Kecil kenyang usai menyusui.
Namun, Moms tidak perlu khawatir jika ASI yang keluar tetap terlihat bening dan tidak berwarna putih pekat. Hal ini bukan berarti kualitas ASI Moms buruk. Hanya saja kadar foremilk yang ada dalam payudara lebih banyak dibandingkan dengan kadar hindmilk-nya.
Jika kualitas ASI tidak bisa dilihat dari teksturnya, lalu bagaimana agar kita mengetahui ASI kita berkualitas untuk si Kecil? Dibawah ini adalah tanda yang dapat kita jadikan sebagai patokan bahwa kualitas ASI untuk si Kecil sudah baik:
Lihat Frekuensi BAK Bayi
Bayi yang cukup ASI akan buang air kecil (BAK) hingga 6x sejak usia 4 hari dengan warna air seni kuning jernih.
Cek Berat Badan Bayi
Bayi mengalami kenaikan berat badan. Secara umum, bayi usia 0–3 bulan akan mengalami kenaikan sebanyak 150–190 gram tiap minggu. Memasuki 4–6 bulan, kenaikan berat badan berkisar antara 90–120 gram setiap minggu.
Pantau Intensitas BAB Bayi
Pada bayi baru lahir biasanya intensitas BAB akan sering, bisa hingga 10x sehari. Seiring usia bayi bertambah maka intensitas akan semakin berkurang. Pada bayi ASI, jika bayi tidak BAB hingga 10 hari masih dikatakan normal dan wajar karena ASI sangat mudah diserap oleh usus.
Bayi Tampak Kenyang
Bayi yang kenyang ditandai dengan tertidur atau tenang setelah menyusu. Namun perlu diperhartikan karena tidak semua bayi rewel disebabkan oleh kurang atau tidaknya ASI. Bayi yang rewel bisa jadi disebabkan oleh kolik, perut tidak enak, popok basah, kedingingan, wonder weeks, growth spurt, dan lain-lain.
Itulah ciri-ciri yang dapat diperhatikan ketika kualitas ASI Moms baik. Meski pada dasarnya semua ASI memiliki kualitas yang baik, bukan berarti Moms tidak dapat meningkatkannya, lho. Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan dalam meningkatkan kualitas ASI, diantaranya:
- Rajin mengonsumsi makanan yang bergizi dan berprotein. Bahkan, Moms dianjurkan untuk mengonsumsinya sejak hamil.
- Hindari mengonsumsi kafein berlebih dan alkohol.
- Hindari mengonsumsi makanan-makanan yang diproses kimia atau junk food.
- Mengonsumsi suplemen tambahan yang aman, misalnya saripati ayam. Saripati ayam yang baik untuk menjaga kesehatan ibu menyusui. Saripati ayam juga memiliki kandungan bio amino peptida yang dapat membantu meningkatkan kinerja 3 zat pada ASI seperti laktoferin, Epidermal Growth Factor (EGF) dan Transforming Growth Factor-Beta (TGF-Beta). Ketika kinerja laktoferin meningkat, maka saluran cerna si Kecil bisa bekerja lebih optimal sehingga nutrisi yang diserap lebih maksimal. Sementara itu, EGF dan TGF-Beta dapat membantu daya tahan tubuh si Kecil pun meningkat.
