Bagaimana Melewati LDM Pasca Melahirkan?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjalani Long Distance Marriage (LDM) tentu bukan hal yang mudah ya Moms, terlebih jika LDM ini harus terjadi pasca Moms melahirkan si Kecil. Dukungan, perhatian dan kehadiran suami begitu sangat berarti bagi kita, khususnya ketika kita sedang berjuang mengASIhi si Kecil yang tak jarang harus menghadapi berbagai drama di awal menyusui. Namun, bagaimana jika LDM tidak dapat dihindari? Mungkinkah kita tetap survive dan sukses mengasihi si Kecil tanpa kehadiran suami?
Saya sendiri adalah seorang ibu yang harus melewati masa sulit LDM pasca melahirkan. Saya dan suami harus tinggal berjauhan karena suami harus tetap bekerja, sedangkan saya dan baby tinggal sementara di rumah orang tua agar memudahkan mama saya merawat saya dan si Kecil. Tapi tahukah Moms bahwa meskipun di awal bagi saya situasi ini cukup sulit, tapi pada akhirnya saya sukses mengASIhi si Kecil.
Sama seperti kebanyakan Moms lainnya, saya juga merasakan bagaimana perihnya ketika nipple luka-luka, payudara bengkak dan keluhan-keluhan lainnya. Tapi saya bersyukur, meskipun suami tidak secara langsung hadir dan mendukung, ada mama saya yang selalu menyemangati agar tidak menyerah mengASIhi si Kecil hingga berhasil.
Adakah Moms yang sedang mengalami situasi seperti saya atau akan LDM juga pasca melahirkan? Berikut tips dari saya agar meskipun sedang LDM Moms tetap survive dan semangat mengASIhi:
Tetap jalin komunikasi yang baik dengan suami baik melalui telepon maupun pesan singkat.Seringlah berbagi cerita, saling bertukar foto terutama foto si Kecil serta ceritakan setiap perkembangannya
Berdamailah dengan situasi, bersyukurlah atas kehadiran anak.Jangan pernah menyalahkan siapa pun termasuk diri sendiri, suami apalagi si Kecil. Sesulit atau sebaik apa pun situasi yang sedang atau akan Moms jalani, itu adalah bagian hidup yang harus Moms hadapi. Situasi itu adalah milik Moms, dan tanpa berdamai dengan situasi itu maka Moms tidak akan pernah bahagia. Jadi daripada banyak mengeluh, lebih baik nikmati saja. Dengan begitu, proses mengASIhi si Kecil akan terasa lebih mudah.
Berpikir Jernih dan Sadarlah bahwa pilihan LDM ini adalah yang terbaik.Untuk apa suami bekerja? Bukankah untuk kebaikan keluarga kita juga? Apakah akan lebih baik jika ia menghabiskan waktu di rumah tanpa bekerja? Lalu kebutuhan-kebutuhan kita siapa yang akan cukupi kalau suami tidak bekerja?
Tetap positif dan fokuslah pada si Kecil.Bukankah kehadiran si Kecil adalah hal yang paling Moms dan suami nanti-nantikan? Saat-saat seperti ini, si Kecil juga sangat membutuhkan kita lho Moms. Stop galau dan fokuslah pada si Kecil.
Minta bantuan orang-orang terdekat.Seperti ibu, kakak atau adik Moms dan manfaatkan waktu senggang untuk melakukan hal-hal positif yang Moms sukai.
Semoga bermanfaat.
By: Sarah Brahmana
Copyright by Babyologist
