Bagaimana Menghadapi Anak yang Suka Berteriak?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang anaknya suka berteriak? Kalau ada yang balik nanya ke saya, “Kak Shazfa suka teriak-teriak, enggak?” Jawaban saya, adalah pasti Shazfa suka teriak-teriak, Moms.
Tidak perlu khawatir ya, Moms, karena berteriak itu adalah hal yang wajar dilakukan oleh anak, kebiasaan ini biasanya terjadi pada usia lebih dari 1 tahun, bisa berlangsung hingga usia 3-5 tahun.
Kenapa Anak Suka Berteriak?
Anak sedang mencari tahu seberapa kuat suara yang dihasilkan saat dia berteriak.
Anak sedang cemburu atau ingin mencari perhatian. Biasanya anak ingin dilihat, disayang, dan lebih diperhatikan oleh orang tua atau keluarga terdekatnya, salah satu cara mengekspresikannya lewat teriakan.
Anak punya kemampuan yang masih terbatas dalam mengkomunikasikan keinginannya. Menurut dia, satu-satunya cara untuk didengarkan adalah dengan berteriak.
Ada beberapa cara untuk mengurangi kebiasaan anak yang suka berteriak:
- Beri contoh kepada anak. Biasakan jangan suka berteriak atau berbicara keras di dekat anak.
Atur volume suara di sekitar, misalnya volume TV dan radio.
- Alihkan perhatian anak saat ia mulai teriak-teriak.
- Beri perhatian lebih ke anak apalagi saat dia mulai berteriak.
- Sabar dan jangan dibalas dengan amarah.
- Jangan menyerah. Jika anak berteriak karena minta sesuatu yang berbahaya atau yang dilarang jangan menurutinya langsung, beri anak penjelasan dan pengertian. Karena jika dituruti, nantinya akan menjadikan teriakan itu sebagai senjatanya supaya dituruti semua kemauannya.
Meskipun berteriak merupakan fase norman dari perkembangan anak dan akan hilang dengan sendirinya, akan terapi kebiasaan ini jangan dibiarkan begitu saja ya, Moms, karena akan berdampak buruk ke depannya.
Semoga bermanfaat.
By: Dr. Nurul Hidayati
