Konten dari Pengguna

Bahan Apa Saja yang Terdapat pada Kandungan Imunisasi

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahan Apa Saja yang Terdapat pada Kandungan Imunisasi
zoom-in-whitePerbesar

Sebagian bahan aktif yang terkandung dalam vaksin pembuatannya menggunakan teknologi DNA rekombinan. Kemungkinan teknologi tersebut menggunakan sel bakteri atau virus untuk mendapatkan vaksin. Dengan cara mengambil DNA virus lalu dimasukan ke dalam sel lainnya agar memperoleh bahan aktif di dalam vaksin.

Selain bahan aktif, bahan apa saja yang terkandung dalam vaksin?

Di dalam vaksin terdapat kandungan lain yang disebut adjuvant atau bahan tambahan. Fungsinya agar memaksimalkan respon sistem kekebalan tubuh. Gabungan adjuvant dan antigen lebih cepat dikenali oleh tubuh dibandingkan dengan antigen. Yang paling sering digunakan dalam vaksin yaitu garam alumunium yang sebelumnya sudah digunakan lebih dari 80 tahun. Garam alumunium ini sangat aman jika digunakan, karena pembuatannya tidak melebihi dosis.

Selain itu, bahan yang terdapat pada kandungan vaksin seperi bahan pelarut yaitu cairan untuk digunakan dalam melarutkan vaksin sehingga bisa disuntikan dan diteteskan ke tubuh. Bahan yang digunakan yaitu air steril atau cairan infus, dan kandungan selanjutnya yaitu stabilizers, zat ini berfungsi dalam menstabilkan vaksin saat berada dalam kondisi ekstrem, yaitu kondisi panas. Penggunaan dosis ini pun sangat kecil, sekitar 10 mikrogram. Jenis – jenis yang terdapat pada stabilizers yaitu asam amino, protein, dan gula. Namun ada informasi yang berkembang kandungan stabilizers jenis protein akan menyebabkan alergi. 

Pro dan kontra kandungan yang terdapat vaksin ada pengawet

Sebenarnya makanan atau minuman membutuhkan pengawet, hal ini untuk menjaga timbulnya bakteri jamur saat proses pembuatan. Namun itu tidak semua vaksin mengandung bahan pengawet. Biasanya pengawet yang sering dipakai dalam kemasan multidosis untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme. Untuk saat ini, ada empat jenis pengawet yang boleh digunakan dan diizinkan. Yang menyebabkan pro dan kontra yaitu timerosal, karena timerosal dikenal sebagai bahan pengawet yang tidak aman. Timerosal keturunan dari merkuri.

Timerosal adalah etil merkuri, tetapi etil merkuri berbeda dengan metil merkuri. Dosis yang digunakan pada etil merkuri ini sangat kecil dan tidak berbahaya. Sebaliknya dengan metil merkuri yang sangat berbahaya. Jadi tidak perlu khawatir, menurut badan kesehatan dunia (WHO) penggunaan bahan timerosal terutama pada vaksin multidosis diperbolehkan.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.