Bahaya Dibalik Fetal Surgery

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Akhir-akhir ini berita dihebohkan dengan kematian salah satu bayi kembar Marissa Nasution, seorang presenter dan public figure. Kabarnya, kematian salah satu anaknya itu  terjadi pasca dilakukannya proses fetal surgery.  Fetal surgery adalah operasi janin yang dilakukan didalam rahim. Biasanya fetal surgery ini dilakukan ketika ditemukannya kecacatan pada janin yang bertujuan untuk memperbaiki kelainan bawaan pada janin sebelum dilahirkan.
Dalam kasus kehamilan kembar yang dialami oleh Marissa Nasution, fetal surgery yang dilakukan bertujuan untuk mengatasi twin-to-twin transfusion syndrome (TTS) yang dimana aliran darah dan nutrisi pada janin yang satu lebih banyak dibandingkan dengan  janin yang lain. Adakah batasan waktu khusus untuk melakukan fetal surgery? Pada kasus TTS tidak ada batasan khusus terkait waktu yang tepat untuk melakukan fetal surgery. Umumnya dilakukan pada trimester kedua kehamilan. Dengan melakukan tindakan fetal surgery memang dapat membantu mendeteksi dan mengatasi kelainan bawaan pada janin. Walaupun demikian, tindakan ini tetap memiliki resiko baik bagi Moms dan sang buah hati sendiri.
Adapun resiko dari melakukan fetal surgery,diantarnya:
Picu kelahiran secara prematur
Ketuban pecah dini
Terjadinya infeksi
Terjadinya pendarahan
Komplikasi hingga mengakibatkan harus dilakukannya pengangkatan rahim
Terjadinya kerusakan organ sekitar rahim
Perlu diketahui bahwa dengan melakulan fetal surgery tidak selalu dapat membantu memperbaiki kelainan dan kualitas hidup janin dalam kandungan. Oleh karena itu disarankan untuk para orang tua memikirkan secara matang sebelum melakukan tindakan ini.
Semoga bermanfaat.By: M.A
