Konten dari Pengguna

Bahaya SLS pada Sabun Bayi!

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahaya SLS pada Sabun Bayi!
zoom-in-whitePerbesar

Mungkin istilah SLS masih terdengar asing bagi kita, SLS dan paraben merupakan detergen sintesis yang biasa digunakan untuk pembuatan sabun, shampoo dan pasta gigi bayi atau dewasa. SLS adalah kepanjangan dari Sodium Lauryl Sulfate. Sebenarnya penggunaan SLS sendiri memang sering diartikan dengan zat "pembuat busa".

Bahayakah kandungan SLS ini?

<ul>

  • SLS sendiri dalam proses pembuatannya sangat mencemari lingkungan.

  • Menurut beberapa sumber, SLS adalah pestisida dan herbisida untuk membunuh hama dan tanaman.

  • Kandungan SLS dapat menyerap ke mata, hati dan organ lainnya jika digunakan dalam jangka yang lama dengan frekuensi yang sering.

  • Dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan.

Nah, bahayanya memang cukup mengerikan dan bisa dibayangkan jika zat semacam itu ada di peralatan mandi si Kecil. Biasanya kandungan sabun dan shampoo dengan SLS dapat membuat iritasi pada kulit si Kecil yang sensitif. Biasanya terjadi ruam disertai lepuhan berisi cairan. Untuk itu, pastikan sabun bayi tanpa SLS dan berikut juga shampoonya ya Moms untuk si Kecil agar ia terhindar dari bahaya SLS.

Bahaya SLS pada Sabun Bayi! (1)
zoom-in-whitePerbesar

Beberapa efek SLS pada kesehatan di antaranya

<ul>

  • Iritasi kulitHal ini yang paling umum terjadi terutama bagi pemakaian sabun dengan SLS. Iritasi tersebut bisa menimbulkan gejala seperti rasa gatal, kulit yang meradang diikuti dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan.

  • Iritasi mataSeperti yang telah disebutkan di atas jika SLS bisa menyerap ke mata. SLS dapat menembus kornea mata terutama SLS pada shampoo. Gejalanya akan menimbulkan sensasi mata terbakar, perih dan memerah bahkan tak jarang dapat menimbulkan gangguan pada penglihatan.

  • Rambut rontokKandungan SLS dapat merusak folikel rambut yang pada akhirnya menyebabkan rambut rontok.

Jika Moms masih bingung, lakukan hal sederhana berikut untuk melakukan pencegahannya

<ul>

  • Perhatikan komposisi produk sebelum membeli sabun bayi. Pastikan sabun yang dipakai si Kecil memang diperuntukkan untuk bayi.

  • Minimalisir terjadinya iritasi dengan memastikan tidak ada sisa sabun yang tersisa di kulit bayi.

Mudah kan? Memang memilih sabun bayi tanpa SLS memang susah-susah gampang. Konsultasikan dengan dokter jika terjadi ruam kemerahan pada kulit bayi. Lalu bagaimana dengan Moms sekarang? Apakah sabun yang digunakan si Kecil sudah merupakan sabun bayi tanpa SLS?

Semoga bermanfaat.

By: Vynditan Azalea

Copyright by Babyologist