Bahayakah Bayi Menangis Tanpa Suara?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Moms pernah mendengar istilah BHS (breath holding spells)? Beberapa hari yang lalu ada sepupu Nano–anak saya, yang menangis sampai suaranya hilang sekitar 8-10 detik. Semua langsung panik. Waktu Nano imunisasi, saya bertanya pada dokter spesialis anak (DSA), mengapa bayi bisa menangis sampai seperti itu?
Ternyata ini kejadian yang cukup langka dan hanya terjadi pada 5 persen bayi di dunia.
Faktor Bayi Menangis tanpa Suara?
Kondisi genetik, seperti sindrom Riley-Day atau sindrom Rett.
Anemia Zat besi.
- Faktor keturunan.
- Gejala breath holding spells
- Kulit biru.
- Menangis lalu tidak bernapas.
- Pingsan atau kehilangan kesadaran.
- Kejang.
Pernapasan bayi akan normal kembali setelah periode singkat ketidaksadaran, warna tubuh bayi juga akan membaik ketika napas pertamanya kembali. Dapat terjadi beberapa kali dalam sehari atau hanya sewaktu-waktu saja.
Bagaimana Proses Penyembuhan BHS?
- Tempatkan kain dingin di dahi anak selama BHS. Tujuannya untuk membantu mempersingkat kelanjutan.
- Setelah BHS, cobalah untuk tetap tenang.
- Jangan memberi perhatian berlebih pada bayi, karena bisa memperkuat perilaku manja dan ketergantungan.
- Hindari kejadian yang membuat si Kecil marah.
Penanganan BHS pada Bayi
- Jika bayi menangis tanpa suara, jangan di biarkan terlalu lama seperti itu. Karena jika terlalu lama, si Kecil akan pingsan.
- Cara termudah untuk menangani BHS yaitu dengan membuka tutup mulutnya dengan telapak tangan secara perlahan dan cepat hingga si Kecil menangis kembali.
- Jika masih belum berhasil juga, angkat bayi lalu sandarkan pada bahu dan perlahan di tepuk-tepuk secara halus.
- Jika serangan BHS dirasa semakin parah dan sering serta napas si Kecil terhenti lebih dari 1 menit, maka bawalah ke rumah sakit.
Semoga bermanfaat.
By: Lyssa Wijaya
