Bahayakah Minum Obat Saat Hamil?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Beberapa wanita sudah meminum obat sebelum dia hamil untuk penyakitnya seperti darah tinggi atau kencing manis, ada juga yang minum obat tanpa sadar bahwa dia sedang hamil di minggu awal-awal kehamilannya. Masalahnya jika ada obat-obatan yang telah biasa Moms minum seperti obat anti nyeri misalnya ternyata dapat berpengaruh bagi janin.
Ada 4 hal yang bisa kita lakukan dalam menanggulangi kesalahan minum obat yang nantinya dapat mempengaruhi tumbuh kembang si Kecil:
1. Bertanyalah
Selalu bicara dan tanyakan pada petugas kesehatan Anda sebelum mengkonsumsi obat, jamu, atau vitamin. Jangan coba-coba minum obat yang belum dikonsultasikan pada petugas kesehatan Anda. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu obat-obatan yang biasa Moms minum, sehingga Moms dapat membuat rencana yang baik dan aman untuk mempersiapkan kehamilan. Beberapa obat dapat membahayakan janin pada tingkat perkembangan yang berbeda-beda.
2. Baca Labelnya
Periksa label obat dan informasi lain yang ada di dalam kemasan obat untuk mempelajari tentang kemungkinan risiko pada wanita hamil atau menyusui. Di Amerika oleh FDA (Food and Drug Administration) setiap obat diberikan ketegori keamanan untuk ibu hamil dan hal ini masih dipakai di Indonesia. Berikut kategori tersebut:
Kategori A : Studi kontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin pada kehamilan trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya), dan sangat rendah kemungkinannya untuk membahayakan janin.
Kategori B :Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya)
Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin
Kategori D : Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan)
Kategori X : Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya risiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Dikontraindikasikan bagi wanita hamil atau wanita usia subur.
3. Cerdas Dalam Mencari Informasi Di Internet
Tanyakan pada dokter, perawat atau apoteker anda tentang informasi yang Anda dapatkan secara online. Carilah informasi dari situs yang dapat dipercaya.
4. Laporkan Masalah Yang Muncul
Laporkan apapun masalah yang muncul selama mengkonsumsi obat pada petugas kesehatan Anda.
Semoga bermanfaat.
By: Dr. Peter Wijaya Sugijanto.
