Bahayakah Steroid bagi Ibu Hamil?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setiap wanita yang berkeluarga pasti ingin memiliki keturunan atau menjadi seorang ibu. Lalu bagaimana dengan kondisi seorang wanita yang sudah lama mengonsumsi obat steroid dan ingin memiliki anak?
Kortikosteroid/Steroid adalah salah satu golongan obat yang sangat sering digunakan, berfungsi sebagai anti peradangan dan sering disebut sebagai “obat dewa” karena kemampuannya untuk mengobati berbagai gejala penyakit. Adapun beberapa penyakit yang menggunakan obat ini yaitu, penyakit alergi seperti asma, urtikaria konjungtivitis alergi dan lainnya, penyakit autoimun, peradangan sistemik, transplantasi, pembengkakan otak dan masih banyak lagi.
Setelah mengonsumsi steroid dalam jangka panjang, maka dari itu saya konsultasi dengan dokter spesialis ginjal. Apakah memungkinkan untuk hamil dan apa efeknya bagi janin? Jelas dokter tidak menyarankan untuk hamil bagi pengguna steroid dalam jangka panjang, karena steroid sangat berbahaya bagi janin karena bisa menghambat pertumbuhan janin dan berbahaya untuk calon ibu juga karena efek samping yang dialami.
Efek samping yang saya rasakan selama mengonsumsi steroid, sebagai berikut:
- Memiliki sakit maag akut
- Osteoporosis
- Kulit lebih tipis dibanding orang normal
- Diabetes
- Mudah terinfeksi (immune tubuh lemah)
- Moon Face dan Buffalo Hump
- Gangguan menstruasi
Jadi, apabila ingin hamil dokter akan sarankan harus sudah totally berhenti steroid dan kondisi kesehatan terkontrol dengan baik.
