Konten dari Pengguna

Bahayakah Timbul Jaringan Granuloma pada Bekas Suntik BCG?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hello Moms, kali ini saya mau membagikan sedikit pengalaman saya  tentang timbulnya granuloma pada bekas suntik BCG yang dialami buah hati kami tercinta.

Bayi kami tepat di umur 1 bulan 1 hari (tanggal 21 juli 2018) mendapatkan suntik imunisasi BCG. Apa itu suntik imunisasi BCG? Imunisasi BCG adalah imunisasi yang berguna untuk mencegah munculnya penyakit tuberculosis atau TB.

Di usia bayi kami yang hampir menginjak 4 bulan, pada bekas suntikan BCG muncul berupa bisul/benjolan. Saya pun mencari tahu mengenai hal tersebut dari bertanya pada dokter spesialis anak, bertanya pada kerabat yang memiliki pengalaman yang sama serta googling yang hasilnya bahwa hal tersebut merupakan suatu hal yang wajar, di mana merupakan suatu respon alami sistem kekebalan tubuh anak terhadap vaksin yang diberikan.

Menurut informasi yang saya dapat, bisul ini akan pecah atau luka bernanah akan sembuh dengan sendirinya. Awalnya saya pun tidak khawatir akan hal itu. Akan tetapi sampai di usia anak kami 6.5 bulan bisul ini belum juga pecah total (hanya sesekali mengeluarkan darah/nanah/cairan) dan menjadi benjolan/bisul dengan diameter 1.5-2 cm. Sedikit yang melegakan rasa kekhawatiran saya selama mengalami hal ini bayi kami tidak rewel dan tidak demam.

Akhirnya saya pun membawa bayi kami ke dokter spesialis anak yang menyuntikkan imunisasi BCG tersebut pada bayi kami. DSA bayi kami menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena respon alami sistem kekebalan tubuh bayi kami yang berlebihan terhadap imunisasi BCG. DSA bayi kami pun memberikan masukan untuk tidak terlalu khawatir dan tetap mengompres dan memberikan salep pada benjolan tersebut sampai nanti bisul/benjolan tersebut pecah/ menjadi luka bernanah dan sembuh sendiri.

Selang 2 hari benjolan tersebut mengeluarkan nanah dan darah, dan keesokan harinya terdapat daging yang keluar dari benjolan tersebut. Kami pun membawa kembali bayi kami ke DSA-nya. Hasilnya, dokter menjelaskan bahwa respon reaksi alami anak kami terhadap penyembuhan bekas suntikan BCG menimbulkan jaringan granuloma. Akhirnya anak kami pun dirujuk ke dokter bedah. Penjelasan dari dokter bedah pun hampir sama bahwa jaringan ini akan menjadi daging yang akan selalu tumbuh, tanpa tindakan/bedah daging ini tidak akan hilang. Akhirnya kami pun memutuskan untuk mengangkat jaringan granuloma tersebut dengan tindakan pembedahan.

Pada tulisan saya sebelumnya mengenai “Tali Pusar si Kecil Tidak Puput Total?” mungkin ini bisa juga disebut “Granuloma Umbilikalis”, berarti ini kali ke-2 anak saya terdapat jaringan granuloma pada saat penyembuhan luka. Akan tetapi penanganan pada tali pusar tidak perlu sampai pembedahan.

Moms, adakah pengalaman yang sama dengan cerita saya? Karena setiap saya menanyakan pada petugas medis, kasus ini baru ada di rumah sakit tersebut.

Semoga bermanfaat.

By: Hasanti santi

Copyright by Babyologist