Bantal Peyang? Perlu Ngga sih?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bantal peyang? Perlu ngga sih?
Bagi new mom, selalu muncul pertanyaan seperti ini. Dulu waktu saya hamil Ryu, saya tidak mempersiapkan bantal anti peyang sama sekali. Apalagi setelah baca artikel ini itu yang dibilang bahwa sebaiknya anak di bawah umur 2 tahun tidak menggunakan bantal terlebih dahulu.
Akhirnya saya hanya beli bantal bayi biasa, yang tengahnya ada cekungan kecilnya. Setelah Ryu lahir, teman-teman saya bilang kalau pakai bantal bayi yang ada cekungannya kecil itu cukup, tidak perlu beli yang mahal-mahal, asalkan waktu si kecil tidur sering dimiringkan ke kanan & ke kiri (jangan satu sisi saja).
Selang 3 bulan sejak Ryu lahir, Ryu mulai suka tidur di sisi kanan, bila diarahkan ke kiri, selalu kembali lagi ke kanan. Meski sudah diganjal guling besar sekalipun, posisi tidurnya selalu mengarah ke kanan.
Alhasil pas Ryu umur 4 bulan, kepala Ryu mulai tidak bulat lagi/ia mengalami kepala peyang, akibatnya wajah Ryu jadi tidak simetris & kepala kanan belakangnya agak datar. Kamipun bingung sekali, sampai membawa Ryu ke klinik tulang segala, yang akhirnya disuruh ikut terapi ini itu, mumpung belum terlambat kata dokter tersebut.
Kami tidak tega bayi kecil kami harus menjalani terapi ini itu, akhirnya saya memutuskan untuk membeli bantal anti peyang yang berdasar testimoni orang bisa, mengembalikan bentuk kepala peyang bayi menjadi normal kembali. Pilihan saya jatuh pada bantal kulit kacang hijau dan bantal Babymoov Lovenest.
Karena bantal Babymoov Lovenest cekungannya tidak terlalu dalam, kepala Ryu sering keluar dari bantal (merosot ke bawah bantal). Untuk itu bantal Babymoov Lovenest ini baru saya gunakan ketika Ryu tidur pulas (tidak gerak-gerak).
Bagi saya penggunaan bantal peyang ini bermanfaat sekali, lebih baik digunakan sedini mungkin bila si kecil suka tidur ke satu arah saja demi menegah terjadinya kepala peyang.
