Batuk pada Bayi Umur 2 Bulan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika bayi terserang batuk atau pilek, Mom tidak bisa memberikan sembarang obat. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh bayi masih dalam tahap berkembang dan belum sesempurna daya tahan tubuh orang dewasa. Sehingga jika diberikan obat, malah bisa membahayakan tubuh bayi. Kecuali jika obat yang dikonsumsi bayi adalah obat yang disarankan oleh dokter. Jadi akan lebih baik jika Mom mengobatinya dengan obat herbal yang alami.
Sebelum mengetahui cara pengobatan batuk pada bayi, sebaiknya Mom mengetahui dulu penyebab batuk yang mungkin terjadi. Yaitu:
Saluran pernapasan bayi terinfeksi bakteri
Bayi terserang bronkitis
Saluran pernapasan bagian atas terserang virus
Infeksi saluran pernapasan bawah karena bakteri
Bayi terserang pneumonia aspirasi
Tertular dari orang lain
Terpapar asap rokok berlebihan
Alergi terhadap beberapa hal
Lingkungan yang buruk
Refluks asam lambung yang naik ke kerongkongan
Kebiasaan buruk memasukan barang sembarangan ke dalam mulut
Tidak teratur pola istirahat
Hal di atas bisa jadi menjadi beberapa hal yang menyebabkan batuk pada bayi, oleh karena itu Mom bisa mencegahnya dengan menghindari hal-hal yang memungkinkan menjadi penyebab batuk tersebut.
Mom bisa menghindari batuk pada bayi dengan menjauhkan bayi pada orang yang sedang terserang flu, selalu ganti pakaian bayi secara teratur. Orang tua yang sering menggendong bayi juga harus dalam keadaan bersih, karena bayi akan mudah terserang penyakit, bahkan melalui debu.
Namun jika bayi sudah terlanjur terserang batuk, sebaiknya Mom melakukan beberapa hal di bawah ini:
Memberikan cairan yang banyak
Berikan cairan yang banyak pada bayi yang terserang batuk, dengan cara berikan ASI lebih banyak dari biasanya. Atau berikan asupan susu lebih banyak dari biasanya.
Menggunakan garam
Cara mengobati batuk pada bayi yang aman selanjutnya ialah dengan menggunakan garam steril atau garam fisiologis. Caranya adalah dengan membersihkan terlebih dahulu ronga hidungnya, lalu gunakan pipet tetes untuk meneteskan larutan garam ke dalam rongga hidungnya, setelah itu langsung isap kembali larutan dengan menggunakan pipet tetes.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
