Normalkah Bayi ASI jarang Buang Air Besar?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buang air besar (BAB) pada bayi menjadi salah satu pusat perhatian saya. Ketika bayi saya masih berumur 0-7 minggu, BAB-nya rutin dengan frekuensi 2-5 kali per hari.
Akan tetapi, setelah menginjak umur 8 minggu, anak saya mulai BAB hanya seminggu sekali. Nah, saat itu, saya mulai kebingungan dan mencoba untuk mencari tahu di internet dan menanyakan langsung kepada dokter anak.
Ternyata, saya baru tahu kalau bayi ASI yang lebih jarang BAB dianggap normal, jika frekuensi buang air kecil serta peningkatan berat badannya tidak bermasalah. Frekuensi BAB setiap bayi berbeda-beda.
Seiring bertambahnya usia, frekuensi BAB bayi juga akan semakin berkurang. Mereka tidak perlu BAB setiap hari seperti anak yang sudah besar.
Seiring bertambahnya usia, frekuensi BAB bayi juga akan semakin berkurang. Mereka tidak perlu BAB setiap hari seperti anak yang sudah besar.
Memasuki bulan kedua, beberapa bayi ASI mendadak mengubah frekuensi BAB mereka menjadi sekali dalam 3 hari, bahkan ada bayi yang tidak BAB selama 20 hari atau lebih. Selama bayi sehat dan bentuk tinja wajar, maka hal ini tidak menjadi masalah.
Kenapa bayi ASI jarang BAB?
Karena komposisi ASI dimanfaatkan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Maka dari itu, sangat sedikit sisa yang dikeluarkan dari tubuh melalui BAB. Makanya, bayi ASI lebih jarang mengalami sembelit karena gizi ASI mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.
Apakah frekuensi BAB bayi ASI dengan bayi susu formula (sufor) itu sama?
Bayi dengan susu formula diharapkan BAB setiap hari. Perbedaan ini terjadi karena komposisi sufor cenderung sulit diserap oleh usus bayi dan meninggalkan banyak sisa.
Semoga bermanfaat.
By: Stephani Junita.
