Bayi Sakit, Ibu Yang Minum Obat? Mitos Atau Fakta?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
"Kasihan bayinya masih kecil sekali sudah disuruh minum obat. Lebih baik ibunya aja yang minum obat, nanti toh obatnya bisa sampai ke si bayi lewat ASI ibunya."
Sering sekali saya mendengar ucapan seperti ini saat si kecil sakit, Moms. Terutama dari mama saya, dan juga beberapa orang tua lainnya. Bahkan teman yang seumuran dengan saya pun ada yang menganjurkan demikian. Apakah ini benar dan relevan? Atau hanya semacam kepercayaan turun temurun?
Hal ini ternyata cuma mitos yang salah besar, Moms! Bila bayi sakit, dan dokter meresepkan obat, tentunya yang harus meminumnya ya bayi kita, bukan ibunya.
Memang ada beberapa obat yang apabila diminum oleh Ibu, dapat masuk dan terserap ke dalam ASI yang dihasilkan. Akan tetapi, berapa persen kandungan yang terserap dalam ASI ini tidak dapat diketahui dengan pasti. Obat yang diminum oleh Ibu, akan mengalami proses metabolisme di dalam tubuh Ibu, sehingga kadar obat yang masuk dan terkandung dalam ASI akan kecil sekali, jadi tidak akan menimbulkan efek, apalagi memberikan kesembuhan bagi bayi kita.
Obat yang diresepkan untuk bayi, sudah pasti dosisnya cukup rendah. Apabila orang dewasa yang meminumnya, sudah tentu tidak akan menimbulkan efek apapun bagi sang Ibu, apalagi bagi bayinya. Sehingga dapat dikatakan, bahwa obatnya akan terbuang percuma, dan si kecil juga tidak akan mendapatkan penanganan kesehatan yang ia butuhkan.
Tidak perlu khawatir bila harus memberikan obat untuk anak, asalkan Moms sudah berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak terlebih dahulu. DSA pasti sudah memberikan dosis dan takaran obat yang tepat sesuai dengan umur, berat badan dan kondisi anak kita. Efek samping dari obat pun tentunya telah diperkirakan oleh Dokter, dan selalu dicari yang paling aman, terutama untuk bayi.
Jadi Moms, bila bayi kita sakit, dan harus minum obat, sebaiknya bersikap bijak, dan patuhi saran dan anjuran dokter ya! Jangan sampai kita termakan mitos dan salah kaprah yang turun temurun tanpa mendengarkan nasehat dari dokter.
Semoga bermanfaat.
By: Feny Yuvita via Babyologist
