Bayi Sering Muntah Setelah Minum Susu

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak pertama saya, Kei, saat masih bayi kerap kali muntah setelah minum susu. Saat itu pemberian susunya dengan metode direct breastfeeding. Hampir setiap siang atau bahkan tengah malam saya harus membersihkan baju atau lantai yang terkena muntahan.
Hal ini berlangsung kira-kira sejak usianya 1 bulan lebih dan berlanjut sampai bulan-bulan berikutnya. Padahal, setiap habis menyusui, Kei selalu disendawakan atau jika ia tertidur, setidaknya kami memberikan jeda waktu sebelum membaringkannya. Tentu saja sebagai orang tua yang belum memiliki pengalaman, hal ini menakutkan sekaligus melelahkan bagi saya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, saya ingin membagikan bahwa hal ini sebenarnya tidak berbahaya.
Muntah pada bayi disebabkan oleh beberapa hal:
<ul>
Kapasitas lambung bayi yang masih kecil. Apalagi untuk bayi yang mendapat ASI melalui direct breastfeeding, jumlah asupan yang masuk tidak terukur.
<ul>
Katup lambung yang masih belum sempurna dapat menyebabkan asupan tidak tersimpan dengan baik dan justru keluar kembali.
<ul>
Perut bayi kembung, disebabkan karena menangis terlalu lama dan hal lainnya.
Muntah pada bayi seperti ini tentunya dapat diatasi dengan:
<ul>
Mengukur asupan yang masuk ke anak. Jadi Moms harus pumping atau setidaknya belajar mengetahui sinyal bahwa asupan yang diberikan sudah cukup.
<ul>
Jika bayi sudah terlihat kenyang namun masih ingin menyusu supaya bisa tidur, berikan solusi lain misalnya dengan empeng, dipeluk, atau digendong sampai bayi nyaman dan tertidur.
<ul>
Hindari membiarkan bayi menangis terlalu lama. Bagaimanapun juga, bayi yang menangis terlalu lama juga tidak baik untuk psikologisnya.
Perlu diingat pula, jika frekuensi muntah terlalu sering dan ada faktor indikasi lain yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter anak.
Semoga bermanfaat.
By: Venny Susanto
Copyright by Babyologist
