Konten dari Pengguna

Bean Pillow untuk Bayi

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bean Pillow untuk Bayi
zoom-in-whitePerbesar

Seorang Ibu tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya, termasuk masalah kecil seperti bantal. Sebenarnya perlukah penggunaan bantal bagi bayi? Kalau menurut saran para ahli, memang bayi lebih baik tidak menggunakan bantal sampai usia 2 tahun.

Mengapa? Untuk mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak bayi karena hidungnya terhalang bantal, Lalu flat head syndrome atau yang lebih kita kenal dengan kepala peyang, maupun risiko keseleo leher pada bayi. 

Hal ini berhasil saya terapkan pada anak pertama saya yang tidak menggunakan bantal sampai usia 2 tahun. Kepalanya pun bulat sempurna karena tidurnya memang selalu berganti arah hadap. 

Namun, masalah timbul saat anak kedua lahir, dia benar-benar selalu gelisah, kepalanya seolah ingin mencari posisi sandaran dan selalu terbangun pada akhirnya karena tidak mendapat posisi yang dia inginkan. Hal tersebut berlangsung siang dan malam yang akhirnya membuat saya bingung dan dilema dengan omongan orang-orang terdekat yang pro dan kontra akan penggunaan bantal. Banyak pendapat mengatakan memilih bantal jangan yang empuk tapi harus datar atau bantal peyang.

Mulailah perjalanan menggunakan bantal dimulai. Bantal pertamanya adalah bantal peyang dari set peralatan tidur kado seorang kerabat. Ternyata, berhasil! Dia lebih tenang dan lama tidurnya, kepalanya seperti bertumpu dengan baik di bantal s. Lalu? Masalahnya kepala anak kedua saya ini memang tidak peyang, tapi cenderung lonjong. 

Kemudian saya coba memakai bantal yang isinya terbuat dari kulit kacang hijau yang sudah dikeringkan / Bean Pillow. Bantalnya ada bermacam ukuran, mulai dari bayi sampai sofa santai. Akhirnya saya coba beli ukuran bayi dan dewasa (mamanya juga coba supaya lebih yakin efeknya).

 

Bean Pillow untuk Bayi (1)
zoom-in-whitePerbesar

Hasilnya, dalam waktu sekitar seminggu sudah terlihat kepala semakin membulat dan sebulan kemudian sudah bulat sempurna. Kulit kacang yang berbentuk butiran mengisi ruang kosong sehingga saat bayi berubah posisi, butiran tersebut mengikuti sehingga tekanan di kepala bayi ke segala arah tidak di satu titik saja. Kemudian pengalaman saya memakai bantal kacang tersebut juga sangat terasa di bagian leher. Bantal tersebut benar-benar menopang leher dengan pas, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, karena menyesuaikan dengan kepala kita, efeknya tidak ada lagi salah urat atau pegal saat bangun tidur.

Kesimpulannya, perlukah penggunaan bantal pada bayi? Jawabannya kembali pada masing-masing Ibu, mana yang dirasa lebih nyaman dan baik karena saya pun mengalami keduanya.

Semoga bermanfaat.

By: Selina Tjandradipura

Bean Pillow untuk Bayi (2)
zoom-in-whitePerbesar