Benarkah ASI yang Lama Tidak Dikeluarkan dari Payudara Bisa Basi?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampai saat ini masih banyak yang bilang kalau lama tidak menyusui apalagi sampai berhari-hari, maka ASI di dalam payudara sudah basi dan tidak boleh diberikan lagi pada bayi. Namun benarkah demikian? Untuk menjawab hal tersebut, kita perlu tahu dulu seperti apa proses terbentuknya ASI.
Proses Terbentuknya ASI
Ketika bayi menghisap puting payudara Moms, saraf di sekitar puting akan mengirimkan sinyal ke otak dan kemudian otak meneruskan sinyal tersebut ke kelenjar pituitari. Kelenjar pituitari kemudian mengeluarkan 2 hormon, yaitu:
Prolaktin: berfungsi mengambil nutrisi dari peredaran darah sebagai bahan baku ASI
Oksitosin: berfungsi dalam mengeluarkan ASI dari payudara
Jadi, ASI baru diproduksi saat ada rangsangan berupa hisapan bayi atau pompa ya Moms.
Mengapa Payudara Bisa Terasa Penuh?
Payudara terasa penuh karena adanya penumpukan cairan. Jadi berdasarkan jumlah ASI yang telah dihisap sebelumnya, otak kita merekam dan telah menahan cairan dengan jumlah yang sama untuk produksi ASI berikutnya. Tapi jika belum diolah oleh hormon prolaktin, berarti belum jadi ASI, bentuknya masih cairan dan darah.
Karena berasal dari cairan tubuh dan darah, jika ASI tidak dikeluarkan maka cairan dan darah tersebut akan diserap kembali oleh tubuh dan kembali beredar di pembuluh darah.
Jadi, jangan dibayangkan di payudara itu isinya susu siap saji yang Moms bawa ke mana-mana dan akan basi jika lama tidak dikeluarkan ya. Walaupun Moms tidak menyusui berhari-hari (misalnya karena sakit), ASI yang keluar saat menyusui kembali tidak akan basi. Namun memang pasti jumlah ASI yang dihasilkan berkurang, karena prinsip dasar ASI adalah semakin sering menyusui, semakin banyak ASI yang dihasilkan.
Semoga bermanfaat.
By: Kristiani Chen
