Konten dari Pengguna

Benarkah Kucing Menyebabkan Mandul dan Janin Tidak Sempurna?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kucing (Foto: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kucing (Foto: Pexels)

Pernahkah Moms mendengar anggapan masyarakat bahwa jika memelihara kucing bisa membuat wanita mandul, susah punya anak? Atau bisa membuat calon bayi menjadi cacat jika kita sedang hamil? Ini tentu jadi kekhawatiran tersendiri, terutama bagi kita para wanita.

Kehidupan saya sehari-hari dekat sekali dengan kucing, karena saya adalah Breeder kucing atau peternak kucing, khususnya kucing ras (kucing persia dan exotic). Dulu waktu pertama kali saya ingin pelihara kucing, orang-orang di sekitar saya tidak setuju. Terutama orang tua yang sangat takut dengan omongan orang-orang, kalau sering main sama kucing bisa-bisa mandul, susah punya anak, dan sebagainya.

Orang tua aku sangat khawatir dengan masalah keturunan. Karena di keluarga saya ada beberapa tante saya yang tidak bisa punya anak. Sebenarnya bukan karena mandul yang diakibatkan oleh ‘main’ sama kucing. Tapi, karena alasan medis dan akhirnya kandungannya harus di

Benarkah Kucing Bisa Membuat Mandul atau Bayi Cacat?

Bisa jadi FAKTA, bisa jadi MITOS. Kalau menurut saya sendiri itu Mitos. Alasannya, setelah menikah saya bersyukur sekali karena langsung dikaruniai anak, kemudian jarak antara anak pertama dan kedua saya hanya 1 tahun. Itu artinya, saya sama sekali tidak punya masalah kandungan. Teman-teman breeder saya semuanya juga tidak ada masalah dengan kesuburan atau pun kandungannya. Anak kami sehat sempurna, tanpa kurang suatu apa pun. 

Lalu kenapa bisa jadi Fakta? Berdasarkan informasi yang saya cari, orang yang ada masalah dengan kesuburan atau ibu-ibu hamil yang takut calon bayinya cacat ternyata terinfeksi Toxoplasma. Jadi, sebenarnya kucing rumahan / peliharaan itu jarang sekali ada yang terkena virus toxo. Kecuali si kucing makan tikus yang ada virus toxonya. Atau si kucing main-main di tanah dan ada kotoran yang terinfeksi toxoplasma. Seumpama kucing kita terlanjur terinfeksi toxoplasma, lama dia terinfeksi dan mengurai virusnya itu selama 2 minggu, lalu virus itu akan terurai di kotoran si kucing. Butuh 4-5 hari bagi virus toxo untuk berkembang kalau kotorannya terekspos. Maksudnya terekspos itu biasanya kalau kucing sehabis buang kotoran, pasti akan ditutup/ kubur pakai pasir. Jika kucing tidak menutupnya, maka kotorannya terekspos.

Catatan penting saat lagi hamil atau sedang merencanakan kehamilan, pastikan rumah Moms bebas tikus, karena hewan pembawa toxoplasma itu sebenarnya tikus. Jika memelihara kucing, sebaiknya minta tolong anggota keluarga lain saja untuk membersihkan kotorannya. Jangan lupa juga untuk cek darah TORCH sebelum merencanakan kehamilan maupun saat sedang hamil.

Semoga bermanfaat.

By: Nabila Adelea