Konten dari Pengguna

Benarkah Stres dapat Sebabkan Keguguran?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Benarkah Stres dapat Sebabkan Keguguran?
zoom-in-whitePerbesar

Seorang bidan dari Amerika Serikat bernama Clare Herbert membantah bahwa stres dapat menyebabkan keguguran. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan tersebut.

Sangat wajar untuk merasa stres saat hamil. Hal ini terutama terjadi pada hari-hari awal saat Moms menyesuaikan diri dengan kenyataan bahwa kelak akan menjadi orang tua. Mengatasi kehamilan dan rasa lelah saat melakukan banyak tuntutan kehidupan sehari-hari dapat menambah beban pikiran Moms sehingga menjadi stres.

Bahkan jika Moms merasa stres, perasaan ini tidak mungkin membahayakan si Kecil. Ingatlah bahwa tubuh kita dirancang untuk mengatasi stres. Jadi, tidak perlu khawatir jika hal-hal tersebut terjadi sesekali. Meski begitu, cobalah untuk meminimalkan tekanan yang mungkin dialami. Ini akan membantu Moms menikmati kehamilan.

Untuk mengatasi stres terkait hubungan rumah tangga saat hamil, Moms bisa berbicara tentang kecemasan yang dirasakan dengan pasangan. Jika Moms merasakan gejala kehamilan memengaruhi hubungan dengan suami, luangkan waktu untuk membahasnya. Cari tahu cara mengatasi masalah hubungan tersebut bersama-sama.

Sang suami mungkin juga mengalami kekhawatiran tentang menjadi orang tua. Mendiskusikan hal ini bisa membantu Anda berdua merasa lebih percaya diri. Tak satu pun dari Anda harus takut untuk mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman. Maka dari itu, temui keluarga dan teman untuk membantu mencarikan solusi agar tidak stres.

Jika tidak dapat berbicara dengan siapa pun yang dekat dengan Moms, bicaralah dengan tenaga profesional seperti dokter atau bidan.

Banyak calon ibu yang memiliki masalah emosional pada tahap tertentu, hal ini sangat normal. Jika Moms benar-benar merasa cemas, dokter mungkin dapat mengatur jadwal untuk terapi psikologis. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat anti-kecemasan dengan sebelumnya menjelaskan tentang manfaat dan risiko dari obat-obatan tersebut. Sementara itu, terapi dapat membantu Moms memahami akar dari kekhawatiran, mengatasinya, serta memberi Moms teknik praktis untuk mengelola stres.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Copyright by Babyologist