Beralih dari Direct Breastfeeding ke Botol Susu

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saya adalah working Mom dan baby saya (Richie) lebih sering menyusu memakai botol daripada menyusui langsung, namun beberapa bulan yang lalu saat baby saya sedang tumbuh gigi, dia tidak mau menyusui dengan botol dan saya berpikir mencoba untuk menyusui langsung, dengan sambil diayun akhirnya dia mau dan tidak rewel lagi. Namun setelah masa tumbuh giginya selesai, malah keterusan direct breastfeeding dan tidak mau sama botol lagi!
Saya memang mempunyai rencana untuk menyapih di bulan-bulan ini, namun apa daya jangankan beralih ke sufor, minum ASI pakai botol saja tidak mau.
Saya berpikir bagaimana caranya agar bisa menyapih tanpa banyak drama menangis pada baby. Setelah tanya sana sini, saya berasumsi bahwa sebelum beralih ke sufor, langkah pertama yang harus saya lakukan adalah beralih dari direct breastfeeding ke botol susu. Karena beberapa kerabat yang Eping bisa beralih ke sufor dengan lebih mudah.
Beberapa kali saya sodorkan botol susu berisi ASI, namun ditolak dan akhirnya baby menangis. Saya pun berpikir bagaimana caranya ya? Lalu saya teringat cerita orang dulu yaitu kalau mau menyapih, oleskan saja yang pahit-pahit ke puting susu dan saya coba menggunakan pare, hari pertama sukses tanpa drama, hari kedua dan ketiga agak susah karena mungkin baby sudah menyadari kalo dikerjai menggunakan pare. Tidak lupa setiap ia tidur saya selalu sugestikan, saya bisikkan kalau Richie sudah besar dan pintar, harus mau menyusu pakai botol.
Tidak patah semangat, saya coba lagi esok harinya, saya coba kasih botol susu, dan ternyata mau! Tanpa drama, tanpa dipaksa, disusui juga sudah tidak mau. Bersyukur sekali akhirnya Richie sudah bisa lepas ASI. Semoga sharing saya ini bisa membantu para Moms yang sedang mengalami hal yang sama.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
<ul>
Pilihlah waktu pada saat keadaan baby sedang sehat.
Pilihlah botol susu / dot yang tepat, yang menyerupai puting susu ibu.
Jangan memaksakan, jika cara di atas tidak berhasil, sebaiknya jangan dipaksakan dan dicoba lagi lain waktu, karena jika terlalu dipaksakan takutnya akan meninggalkan trauma pada anak dan mempengaruhi mentalnya di kemudian hari.
Semoga bermanfaat.
By: Laura Mathilda
Copyright by Babyologist
