Berbahayakah Air Liur Berlebih Saat Hamil?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Moms, saya pernah menceritakan pengalaman saya pada cerita sebelumnya ketika mengandung baby Amirah, di mana saat trimester pertama hingga akhir, saya mengalami morning sickness yang cukup parah, hampir setiap makanan yang saya makan keluar kembali, sempat bed rest selama 1 minggu dan tidak bisa ke mana-mana selain ke kamar mandi, yang jadi korban pertama adalah suami, suami harus cuti selama seminggu karena mengurusi saya.
Pada saat trimester pertama tepatnya di minggu ketiga, muncul kebiasaan saya yang aneh, setiap saat air liur saya serasa penuh di mulut, akibatnya saya sering berludah dan anehnya sudah terus berludah tetap masih keluar juga.
Pada saat itu saya sudah hampir bisa melakukan kegiatan rumah hingga kuliah lagi, tetapi yang paling mengganggu adalah ke mana-mana saya harus membawa kantong plastik dan sapu tangan. Nah karena air liurnya terus-terusan keluar, saya langsung cari tahu apakah air liur ini berbahaya atau tidak, setelah saya cari tahu rupanya ini hal yang biasa dirasakan oleh setiap ibu hamil dan dikenal dengan istilah hyper saliva.
Jangka waktu ibu hamil mengalami hyper saliva bermacam-macam, ada yang cepat hanya berkisar 2 bulan dan juga yang sampai mau melahirkan. Nah di kasus ini Moms, saya termasuk jangka waktu yang lama. Saya mengalaminya hingga waktu mau melahirkan, namun dengan intensitas yang semakin sedikit. Hyper saliva tidak berbahaya, tetapi sangat mengganggu kegiatan kita. Bisa juga hyper saliva menjadi berbahaya ketika air liur bercampur dengan darah dan sang ibu menjadi dehidrasi.
Cara untuk Mengatasi Hyper Saliva
<ul>
Bawa kantong untuk tempat air liur serta sapu tangan/handuk ketika di luar rumah.
Minum air putih ketika sudah berludah.
Konsumsi banyak buah yang sehat dan mengandung air untuk menghindari dehidrasi, karena ditakutkan banyaknya air liur yang keluar dapat mengakibatkan ibu hamil menjadi dehidrasi.
Bila air liurnya bercampur dengan darah, segera ke dokter untuk memeriksakan keadaan Moms.
Semoga bermanfaat.
By: Nurhakiki Ritonga
Copyright by Babyologist
