Bolehkah Botox and Filler untuk Ibu Hamil dan Menyusui?
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sudah menjadi kodrat seorang wanita untuk ingin selalu tampil cantik dan menarik, termasuk saat menjalani masa-masa hamil dan menyusui.
Di zaman modern ini, banyak sekali tren perawatan kecantikan untuk mengatasi berbagai masalah kulit yang kita alami, dan menjanjikan hasil yang sangat menarik seperti suntik Botox dan Filler. Namun, apakah ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Apa itu Botox dan Filler?
Botox adalah prosedur kecantikan yang biasa digunakan untuk mengatasi kerutan-kerutan di wajah. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan toxin Botulinum yang diperoleh dari bakteri Clostridium Botulinum ke wajah kita. Botox mengandung racun dari bakteri yang sama yang dapat menyebabkan keracunan serius.
Sedangkan filler adalah proses penyuntikan cairan hyaluronic acid ke dalam lapisan kulit, agar bagian wajah tampak lebih berisi, lebih segar, mengatasi cekungan atau kerutan di wajah, sehingga tampak lebih muda. Kandungan asam hyaluronic dalam cairan filler dapat berpengaruh buruk pada janin.
Belum ada penelitian yang menjamin keamanan suntik botox ataupun filler untuk ibu yang sedang hamil dan menyusui. Maka dari itu, dianjurkan agar sebaiknya ibu hamil dan menyusui menghindari dua perawatan kecantikan tersebut.
Pendapat saya mengenai Botox dan Filler untuk Bumil & Busui
Saya pribadi lebih memilih menggunakan perawatan-perawatan kecantikan yang alami seperti menggunakan masker dari kopi atau buah-buahan, menggunakan skincare yang terbukti alami dan dijamin aman untuk pregnancy, serta menjalankan gaya hidup sehat, dibandingkan melakukan botox dan filler.
Seperti yang pernah saya share sebelumnya, saat menjalani masa hamil dan menyusui, 60% dari produk skincare / kosmetik yang dioleskan ke kulit kita akan terserap ke dalam tubuh dan dapat mempengaruhi janin di kandungan, ataupun dapat mempengaruhi produksi ASI kita. Itu hanya untuk produk yang dioleskan loh Moms, apalagi untuk yang disuntikkan langsung ke dalam kulit kita! Tentu pengaruhnya akan lebih besar ya.
Untuk Moms yang tetap ingin melakukan prosedur Botox dan Filler, mungkin bisa menunggu sampai si Kecil sudah tidak menyusu lagi. Toh ini demi kebaikan dan kesehatan Moms dan si buah hati juga.
Percayalah bahwa kecantikan itu masih bisa terpancar dari kulit dan tubuh yang sehat serta hati yang bahagia, Moms. Kalau kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi, tentu tak terkira mahalnya. Jadi, utamakan kesehatan selalu ya!
Stay happy, stay healthy, Moms!
Semoga bermanfaat.
By: Feny Yuvita
Copyright by Babyologist

