Bolehkah Melakukan Vaksin Serviks Setelah Menikah?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemberian vaksin HPV ini diberikan pada wanita berusia 9-45 tahun.
Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya kanker serviks tersebut Anda dapat melakukan vaksin serviks. Terutama bagi wanita yang telah memiliki pasangan. Vaksin serviks ini biasanya dilakukan sebelum melakukan pernikahan. Namun tidak sedikit wanita yang melakukan vaksin serviks setelah menikah. Lalu bagaimana apakah boleh vaksin serviks setelah menikah dilakukan ?
Bolehkah vaksin serviks dilakukan setelah menikah?
Human papilloma virus yaitu virus yang dapat menyebabkan munculnya kanker pada rahim wanita. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual. Maka dari itu untuk mencegah terjadinya resiko kanker rahim dan penularan virus tersebut, Anda dapat melakukan vaksin HPV. Vaksin HPV banyak dilakukan sebelum melakukan pernikahan dan melakukan hubungan seksual.
Lalu apakah boleh jika vaksin HPV ini dilakukan setelah menikah? Tentu saja boleh karena pemberian vaksin HPV ini diberikan pada wanita berusia 9-45 tahun. Hanya saja adanya perbedaan dosis suntikan yang diberikan.
Sebelum melakukan imunisasi, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu jenis vaksin HPV tersebut. vaksin HPV tersebut memilki 3 jenis yaitu cervarix, Gardasil, dan juga Gardasil 9. Semua itu memiliki manfaat yang berbeda-beda. Yang pertama yaitu cervarix yaitu digunakan untuk mencegah terjadinya kanker serviks pada wanita dan juga infeksi HPV-16 dan HPV-18 dan yang selanjutnya yaitu Gardasil dapat digunakan untuk untk mencegah kanker dan juga pra kanker serviks, vagina, anus, dan juga vulva dan untuk yang terakhir yaitu gradasil 9 merupakan salah jenis vaksin yang memiliki manfaat yang luas untuk mencegah virus HPV karena dapat juga digunakan untuk pria.
Selain itu juga efek samping yang timbul karena vaksin ini sangatlah ringan yang muncul setelah melakukan vaksin tersebut dan biasanya hanya disertai dengan bengkak kemerahan saja.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
