Konten dari Pengguna

Bolehkah Menghangatkan ASIP dengan Kompor?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bolehkah Menghangatkan ASIP dengan Kompor?
zoom-in-whitePerbesar

Karena ASI menjadi sumber makanan utama bagi bayi yang baru lahir, maka tentu setiap Moms harus menjaga semua nutrisi yang terkandung di dalam ASI. Banyak pula kekhawatiran ketika membahas mengenai cara memaskan ASIP yang telah disimpan di kulkas. Terdapat beberapa poin-poin penting yang harus Mom perhatikan ketika ingin memanaskan ASIP, di antaranya adalah:

Bolehkah Menghangatkan ASIP dengan Kompor? (1)
zoom-in-whitePerbesar

Wadah penyimpanan ASI

Ketika menyimpan ASIP, Mom dapat menggunakan botol kaca atau botol plastik yang BPA-free sehingga lebih mudah untuk dipanaskan. Pastikan juga botol sudah steril atau dicuci bersih dengan air hangat.

Cara mencairkan ASI

Pertama-tama Mom dapat mengeluarkan ASI terlebih dahulu dari kulkas, namun jangan biarkan ASIP berada pada suhu ruangan dalam jangka waktu yang lama. Setelah itu, Mom harus segera meletakkan ASIP pada wadah yang telah diisi dengan air hangat.

Menghangatkan ASI

Menghangatkan ASI juga bisa dengan metode memasak, tetapi memanaskan dengan metode ini bukan seperti ketika Mom memasak air hingga mendidih. Mom tidak perlu menggunakan kompor melainkan gunakanlah peralatan lain seperti bottle warmer. 

Bolehkah Menghangatkan ASIP dengan Kompor? (2)
zoom-in-whitePerbesar

Jangan memanaskan ASI dengan microwave

Selain kompor, Mom juga tidak dianjurkan menggunakan microwave. Microwave bisa meninggalkan titik-titik panas di dalam ASI yang dapat menimbulkan luka bakar pada mulut maupun kerongkongan bayi.

Jangan membekukan ASI yang sudah dicairkan

ASIP beku yang sudah dicarikan namun tidak terpakai sebaiknya tidak digunakan kembali, melainkan segera dibuang. Hal ini dikarenakan ASI yang telah dicarikan hanya dapat bertahan selama 1 hingga 2 jam.

 

Semoga bermanfaat.

By: S. S.