Bolehkah Minum Obat Mual Saat Hamil?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Morning sickness merupakan masalah yang sangat umum dialami oleh ibu hamil. Tidak seperti namanya, morning sickness ini dapat terjadi kapan saja dan bahkan tak ada yang tahu sampai kapan akan berhenti. Pada kehamilan Eegan, saya mengalami mual-muntah parah hingga usia kandungan 5 bulan (bb turun 4 kg), sementara mama saya mengalaminya hingga hari kelahiran saya, yaitu selama kurang lebih 9 bulan.
Morning sickness yang terbilang parah dan butuh penanganan, adalah:
Muntah setiap kali makan, sehingga ibu hamil sangat sulit mendapatkan asupan
Berat badan saat hamil justru turun
Tidak bisa minum air
Lemas dan tidak bisa beraktivitas
Morning sickness yang parah harus ditangani dokter karena tanpa masuknya asupan atau makanan ke tubuh ibu hamil, tentu akan membuat kondisi ibu maupun janin lemah dan tidak berkembang. Biasanya, dokter akan memberikan obat racikan untuk mengatasi hal ini. Dan terlepas dari kontra obat tersebut dapat membuat anak aktif, obat ini sangat aman digunakan ya Moms, terutama pada kasus morning sickness yang parah.
Saya sendiri telah mengonsumsinya di kehamilan pertama akibat asupan makanan tidak bisa masuk sama sekali, hingga berat badan turun sebesar 4 kg, dan obat ini sangat membantu saya agar bisa makan sehingga Eegan dapat tumbuh. Untuk isu hiperaktif, Eegan terlahir sehat dan normal, sama sekali tidak hiperaktif. Sama halnya dengan mama saya yang juga mengonsumsi obat mual hingga hari kelahiran saya karena rasa mual yang tidak berhenti hingga hari kelahiran. Jadi bagi Moms yang mengalami mual parah, dapat berkonsultasi dengan dokter masing-masing untuk penanganan yang tepat.
Semoga bermanfaat.
By: Marlisa Tenggara
