Bolehkah MPASI Dini dengan Buah Pisang?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tak terasa, tumbuh kembang bayi ternyata berjalan sangat cepat ya Moms. Sepertinya baru kemarin saya melahirkan gadis mungil nan cantik bernama Sofia, namun sekarang usianya sudah hampir 3 bulan.
Di usianya sekarang ini, saya pernah mendengar saran dari mertua Sofia untuk memberikan MPASI dini berupa pisang ijo. Kalau kata orang zaman dulu sih, tujuannya biar si anak cepat tumbuh besar.
Saya tentu tidak setuju dengan saran tersebut lantaran membaca rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa pemberian MPASI baru boleh dilakukan ketika usia bayi sudah enam bulan.
Sepekan kemudian, saya lantas mengajak mertua ke dokter spesialis anak ketika ingin memvaksin Sofia. Sekaligus ingin menanyakan soal pemberian MPASI kepada bayi agar kami sama-sama mendapat edukasi.
DSA Sofia bilang, bayi berusia 0-6 bulan sudah kenyang hanya dengan mengonsumsi ASI atau susu formula apabila ada indikasi tertentu. Mereka tidak butuh makan lantaran perutnya masih sebesar kelereng atau bola bekel.
Artinya, memberi MPASI dini baik disuapi atau sekadar menjilat-jilat pisang ijo tetap berbahaya. Karena, kondisi fisik bayi saat itu memang belum siap mencerna makanan apa pun selain susu.
Jadi, Moms tidak usah khawatir mendengar komentar orang kalau bayinya terus-menerus menyusu karena kelaparan. Karena bisa saja anak Moms saat itu sedang mengalami growth spurt (percepatan pertumbuhan). Lagi pula usus dan sistem pencernaan bayi berusia 0-6 bulan belum bisa kok mencerna makanan selembut apa pun, jadi ASI saja sudah cukup untuk mereka.
Namun, pemberian MPASI dini ketika usia bayi kurang dari 6 bulan sebenarnya masih diperbolehkan. Misalnya untuk mengejar berat badan yang kurang atau si Kecil tidak mau minum ASI atau susu formal. Asalkan konsultasi dengan dokter spesialis anak dulu ya Moms.
Semoga bermanfaat.
By: Regina Nabila Fiardini
Copyright by Babyologist
