Brazilian Wax Jelang Melahirkan, Amankah?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki usia kandungan 39 weeks 5 hari, saya memutuskan untuk melakukan brazilian wax. Sebelum hamil, saya termasuk wanita yang sering perawatan waxing khususnya pada organ intim. Banyak manfaat positif setelah melakukan brazilian wax, salah satunya terhindar dari bakteri serta membuat area organ vital wanita menjadi lebih higienis. Namun, semenjak hamil saya memutuskan untuk vakum melakukan waxing. Karena menurut apa yang saya baca, area organ kewanitaan kita menjadi lebih sensitif di masa kehamilan dan saya belum merasa perlu melakukan brazilian waxing. Namun, jelang persalinan caesar yang tinggal menghitung hari, saya disarankan untuk melakukan brazilian wax oleh teman saya.
Alasannya, pada proses operasi caesar ada tahapan yakni pemasangan kateter, infus dan merapikan rambut kemaluan.
Setelah proses pembiusan selesai dan sebelum masuk ke ruang operasi, kateter akan dipasang ke bagian uretra ibu untuk mengalirkan sekaligus menampung urine selama masa operasi caesar terjadi. Kateter ini juga masih akan dipakai oleh ibu pada masa pemulihan pasca operasi caesar. Pemasangan kateter dilakukan oleh dokter ataupun perawat yang bertugas. Selain itu juga akan diberikan antibiotik melalui infus untuk mencegah munculnya infeksi sepanjang operasi terjadi ataupun setelah operasi. Kemudian rambut kemaluan juga akan dicukur atau dirapikan untuk membantu mempermudah jalan dilakukannya sayatan. Setelah itu terselesaikan, operasi caesar dilakukan.
Membayangkan suster mencukur rambut kemaluan saya menggunakan alat cukur konvensional membuat saya lebih deg-degan daripada melakukan brazilian wax, karena setelah pencukuran rambut kemaluan dengan alat cukur biasa, maka rambut kemaluan akan tumbuh lebih lebat, tebal dan cenderung mengakibatkan gatal yang lebih parah daripada pertumbuhan rambut kemaluan setelah brazilian waxing. Jadi, selain mempermudah proses operasi caesar, brazilian wax juga akan membuat ibu lebih tenang dengan pertumbuhan rambut kemaluan yang rapi dan tidak membuat gatal.
Pada saat melakukan brazilian wax setelah 9 bulan lebih vakum, memang rasa sakit yang dirasakan jauh lebih nyeri. Itu karena rambut akar sudah tebal dan dalam. Namun jika ibu memiliki toleransi rasa sakit yang cukup tinggi, treatment ini bisa saja dilakukan tanpa perlu merasa khawatir. Namun, jika toleransi menahan rasa sakit tergolong lemah, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu.
Dan pilihlah penyedia treatment wax yang sudah terpercaya dan mengedepankan kebersihan dalam melakukan waxing. Saya memilih Strip Waxing yang sudah terpercaya sejak tahun 2002.
Happy waxing, happy mommy!
