Cara Ampuh Mengajarkan Bayi Tidur Sesuai Jadwal

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayi yang baru lahir rata-rata akan tidur selama 16 hingga 17 jam sehari. Tak jarang mereka akan tidur pada siang hari dan sering terbangun pada malam hari. Menurut Steven Dowshen, MD, dari Alfred I. duPont Hospital for Children, Washington, bayi yang baru lahir sering terbangun pada malam hari karena ia belum mampu membedakan antara siang dan malam. Selain itu, lambungnya yang memiliki kapasitas kecil juga belum dapat menampung cukup ASI/susu untuk membuat mereka merasa kenyang dalam jangka waktu lama, sehingga ia akan sering terbangun karena merasa lapar.
Jam tidur bayi yang tidak dapat diprediksi dapat membuat Mom sendiri menjadi kurang tidur dan kelelahan. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pola tidur yang sehat sejak dini pada si Kecil. Rutinitas seperti ini juga akan membantu bayi mendapatkan jam tidur yang teratur sehingga ia akan memperoleh waktu istirahat yang cukup. Mom dapat mulai mengajarkan bayi Anda untuk membedakan antara siang dan malam ketika ia memasuki usia 2 minggu.

Menerapkan pola tidur bayi memang tidak mudah, akan dibutuhkan waktu beberapa minggu sampai otak bayi dapat membedakan antara siang dan malam. Untuk mulai menerapkan jam tidur bayi, Mom pertama harus mengenali tanda-tanda ketika si Kecil sudah mulai mengantuk, contohnya seperti ketika ia menguap, menjadi rewel, dan mengucek mata. Ketika tanda tersebut sudah terlihat, Mom dapat mencoba untuk menidurkannya.
Ketika bayi akan tidur, Mom harus memperhatikan atmosfer kamar. Ciptakanlah suasana yang nyaman agar bayi dapat dengan mudah terlelap, misalkan ketika hendak tidur siang, Mom dapat mematikan lampu dan menutup gorden. Hal ini akan membuat mata si Kecil menjadi lebih rileks. Nyalakan juga lampu tidur dan nyanyikan ia lagu pengantar tidur.

Mom dapat mulai mengajarkan bayi Anda untuk membedakan antara siang dan malam ketika ia memasuki usia 2 minggu.
Saat bayi terbangun di malam hari untuk menyusu, Mom sebaiknya menghindarkan dirinya dari stimulasi suara dan cahaya. Hal ini bertujuan agar ia dapat tidur kembali dengan mudah. Jika Mom terus-menerus melakukan rutinitas ini, lama-kelamaan bayi akan mengerti jam tidurnya dan memahami bahwa malam ialah waktunya untuk tidur.
Selain mengajarkan kapan waktunya untuk beristirahat, Mom juga harus membuat si Kecil paham akan siang hari. Untuk melakukannya, Mom dapat memberikannya banyak stimulasi di siang hari (di luar jam tidurnya), contohnya seperti bermain dan berinteraksi dengannya, membuat ruangan/kamar tidurnya tetap terang, serta biarkan ia mendengarkan ragam suara seperti bunyi telepon dan TV. Dengan melakukan kebiasaan ini, si Kecil akan dapat membedakan siang dan malam, serta pola tidurnya akan menjadi teratur.

Semoga bermanfaat.
By: Baybologist Editor.
