Konten dari Pengguna

Cara Mencegah dan Mengobati Diare Pada Anak usia 3 Tahun

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Mencegah dan Mengobati Diare Pada Anak usia 3 Tahun
zoom-in-whitePerbesar

Diare adalah masalah kesehatan yang sering menyerang anak-anak. Jika dibiarkan begitu saja dan tidak cepat diatasi diare akan sangat berbahaya untuk si Kecil.

Intensitas buang air besar pada anak umunya adalah sekitar 3 kali dalam sehari dan kandungan air pada fases biasanya tergantung makanan yang dikonsumsi, sedangkan bentuk fases yang normal adalah seperti pisang.

Si Kecil dinyatakan terkena diare adalah ketika anak lebih sering buang air besar bahkan bisa hingga 10 kali atau lebih, fases yang dikeluarkan dari tubuh anak juga encer seperti air. Fases pada anak juga bisa mengandung lendir bahkan darah tergantung dari penyebabnya. Gejala yang menyertai lainnya adalah demam dan muntah-muntah. Biasanya gejala muntah dan demam ini juga lebih dahulu dirasakan sebelum fases anak mulai encer.

Gejala akibat diare

Ketika mencret dan muntah terjadi terus menerus maka anak akan mengalami dehidrasi dan akan sering merasakan haus. Jika tidak segera dilakukan penanganan dehidrasi akan bertambah berat dan dapat menimbulkan gejala-gejala berikut ini:

Anak menjadi rewel

Mata terlihat cekung

Ketika kulit perut di cubit akan tetap berkerut

Nadi melemah

Kencing berkurang

Ketika dehidrasi parah nafas akan tanpak sesak

Jika kekurangan elektrolit anak akan kejang

Cara menangani diare

Rehidrasi, yaitu mengganti cairan yang hilang

Berikan porsi makanan yang memenuhi kebutuhan gizi anak

Berikan obat diare seminimal mungkin

Menangani di rumah

Ketika anak mengalami diare namun belum sampai dehidrasi maka segera berikan anak minum yang banyak, minimal 10 mililiter perkilogram berat badan anak. Berikan minum setiap kali anak selesai buang air besar dan fasesnya cair, sehingga cairan tubuh yang hilang akan segera tergantikan.

Berikan oralit, pastikan dosis pemberian oralit ini tepat sesuai dengan berat badan anak. Anda bisa memastikan anak tidak perlu dibawa ke dokter jika penanganan di rumah yang sudah dilakukan berdampak pada anak menjadi lebih baik seperti berkurangnya intensitas buang air besar pada anak, rasa haus pada anak hilang, kencing banyak dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.