Konten dari Pengguna

Cara Mencegah dan Menyamarkan Stretch Mark

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Mencegah dan Menyamarkan Stretch Mark
zoom-in-whitePerbesar

Bagi Anda yang kini memiliki stretch mark dan merasa perlu menghilangkannya, yuk simak cara mencegah stretch mark dan cara menyamarkannya.

Mencegah Stretch Mark

1. Olahraga Kala hamil

Berguna untuk mengencangkan otot, memperlancar aliran darah, serta menjaga kelenturan tubuh dan kulit. Cobalah senam hamil, renang, atau jalan sehat.

2. Jangan Menggaruk saat Hamil

Saat hamil, hindari menggaruk badan dengan kuku karena akan membekas dan menjadi stretch mark.

3. Jaga Berat Badan

Jaga berat badan agar tidak naik berlebihan.

4. Pola Makan Sehat

Mengurangi asupan lemak, memperbanyak konsumsi sayuran dan buah yang kaya akan antioksidan, intinya mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

5. Banyak Minum Air Putih

Minumlah air putih 8-10 gelas setiap hari atau minimal 2 liter untuk menjaga kelembapan kulit

6. Oleskan Krim

Krim atau salep anti-stretch mark dapat digunakan, namun hindari krim yang mengandung steroid, karena akan membuat kulit menjadi kering dan mudah rusak.

ilustrasi stretch mark Foto: Shutterstock

Cara Menyamarkan Stretch Mark

1. Oleskan kopi, bubuk coklat, cocoa butter, minyak jarak, putih telur, minyak zaitun, kentang, lidah buaya, lemon, atau gula ke area stretch mark setiap hari. Bahan-Bahan ini membuat kulit lembut dan sehat.

2. Pakai krim yang mengandung tretinoin, alpha hydroxy acid (AHA) untuk merangsang pembentukan kolagen baru, dan memperbaiki tekstur kulit. Tentunya untuk melaksanakan hal ini, Moms perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

3. Stretch mark bisa dihilangkan dalam waktu singkat dengan terapi laser, tapi stretch mark umumnya akan muncul kembali satu tahun kemudian sehingga terapi laser harus dilakukan lagi.