Konten dari Pengguna

Cara Mencegah Si Kecil Muntah ketika Minum Susu!

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Moms pasti pernah melihat si Kecil yang mengalami sering muntah atau gumoh setelah minum susu. Bayi gumoh umumnya sering terjadi pada usia dibawah 1 tahun. Gumoh ditandai dengan keluarnya kembali cairan susu atau makanan melalui mulut. Hal ini terjadi karena kerongkongan bayi di bawah usia 1 tahun masih belum sempurna. Selain itu, ukuran lambungnya masih sangat kecil sehingga asupan yang sudah masuk dapat mudah kembali keluar.

Meskipun gumoh tergolong normal, tapi tetap saja kondisi ini harus diperhatikan ya, Moms. Sebab, gumoh yang terlalu sering pastilah membuat Si Kecil tidak nyaman. Beberapa hal yang terjadi ketika si Kecil gumoh adalah bayi bisa jadi mengalami risiko tersedak, atau gumoh juga bisa menghambat proses tumbuh si Kecil. Hal ini dikarenakan si Kecil mengalami  kekurangan nutrisi akibat susu sering dikeluarkan lagi melalui gumoh.

Namun, ternyata gumoh dapat dicegah, Moms. Dibawah ini adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya gumoh:

  1. Biasakan memberi makan atau susu pada bayi tidak dalam posisi tiduran (rebah) sehingga asupan akan lebih mudah masuk ke pencernaan.
  2. Cobalah memberi makanan dan susu dalam porsi lebih sedikit tapi dengan frekuensi yang lebih sering.
  3. Sendawakan bayi tiap kali selesai makan atau menyusu.
  4. Perhatikan ukuran lubang dot susu yang diminumnya, bila lubangnya terlalu besar, tentu membuat susu yang keluar semakin banyak sehingga bisa memicu gumoh.
  5. Jangan biarkan bayi tetap menghisap botol dot yang sudah kosong. Hal ini tidak disarankan karena perutnya bisa terisi angin dan dapat menyebabkan terjadinya gumoh.

Jika Moms terpaksa memberikan makan atau susu dalam posisi tiduran, pastikan Moms memberikan bantal yang didesain khusus dengan kemiringan tertentu untuk si Kecil. Bantal dengan desain miring berfungsi untuk menyangga kepala dan tubuh bayi saat sedang menyusu atau makan.

Menurut penelitian, posisi tidur dengan sudut kemiringan 15 derajat sangat dianjurkan karena baik untuk pernapasan dan pencernaan si Kecil. Posisi tidur terlentang dengan kepala yang lebih tinggi dari kaki juga dapat mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome).  

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Copyright by Babyologist