Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Anak yang Suka Memukul

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak kedua saya, Dave, umur 1,5 tahun, belakangan ini suka memukul apabila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya, atau saat ia berebut mainan dengan saudara-saudaranya. Berikut ini cara saya untuk mengatasi ketika si kecil berbuat kasar:

  1. Jika ia memukul saudaranya, segera pisahkan, dan peluk ia agar tidak bisa memukul-mukul lagi.
  2. Nasehati secara lembut, tetapi tegas. Usahakan untuk menatap matanya secara sejajar, lalu mengatakan " Kalau pukul-pukul itu sakit loh. Kasihan kan kakak kalau dipukul. Mama juga tidak suka. Dave anak pintar tidak boleh pukul-pukul ya.." Saya juga biasanya menyanyikan lagu sekolah minggu "Hati-hati gunakan tanganmu..." dan menjelaskan bahwa tangan itu untuk menggambar, makan, bermain, bukan untuk memukul. Untuk anak dengan usia lebih besar, mungkin sudah bisa ditanya, kenapa kok tadi memukul? Agar kita juga bisa mendengarkan alasannya, dan anak juga merasa "didengarkan".
  3. Biasanya Dave akan berontak, dan menangis keras-keras saat dinasehati, tetapi saya biarkan saja sampai tangisnya reda, lalu memeluknya. Setelah itu, mengatakan "Ayo, bilang sorry sama kakak.. Dan coba diulangi ya.. Tidak memukul kakak, tapi kakak dielus-elus,  disayang dan dipeluk." Agar setelah anak tahu bahwa perbuatannya memukul tadi salah, ia sekarang tahu perbuatan yang benar itu adalah dengan memeluk atau sayang-sayang saudaranya, bukan dengan memukul.
  4. Apabila Dave sudah menurut dan mau untuk meminta maaf dan sayang-sayang atau memeluk saudaranya, maka biasanya saya akan memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan dan memeluknya seraya mengatakan " Pintar.. Dave sudah mau say sorry.. I'm so proud of you, lain kali tidak pukul-pukul lagi ya."
  5. Lakukan perbuatan ini dengan konsisten, dan terus menerus saat anak berbuat kasar, ya Moms. Agar ia bisa benar-benar mengingatnya dan juga mengerti untuk tidak berbuat kasar lagi.

 

Semoga bermanfaat.

By: Feny Yuvita

Copyright by Babyologist