Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Cradle Cap pada Bayi dengan Aman

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tiga hari pertama pasca Shanum lahir, belum terlihat sama sekali tanda-tanda adanya cradle cap. Pada hari keempat, mulai muncul di daerah kening.

Cradle cap sendiri adalah permukaan kulit kepala yang kering seperti bersisik, terlihat seperti ketombe tebal, berminyak dan kadang berwarna kuning sampai kecoklatan. Kalau kata orang Sunda disebut "leuleugeuteun".

Kata Ibu mertuaku, itu tidak membahayakan dan bisa hilang dengan sendirinya, tapi tetap saja kalau kelamaan bisa mengganggu penampilan anak.

Di bawah ini adalah cara yang pernah saya coba. Ini cukup ampuh untuk menghilangkan cradle cap, namun tetap aman untuk anak.

  1. Menggunakan olive oil atau baby oil. Dengan cara mengoleskan olive oil atau baby oil pada permukaan kulit yang terdapat cradle cap. Saya menggunakan kapas dan mengusap perlahan. Setelah itu, diamkan kurang lebih 15 menit sampai sisik cradle cap melunak, baru boleh kita lepaskan perlahan. Saya menggunakan cotton buds lembut untuk melepaskan sisik cradle cap-nya.
  2. Keramas setiap hari (pagi saja). Dengan menggunakan air hangat untuk mencuci kepala bayi, dan pijat perlahan kulit kepalanya dengan jari Moms. Air akan membantu mengendurkan sisik cradle cap, dan selanjutnya bisa Moms kupas atau cabut dengan mudah.
  3. Bila keramas menggunakan sampo bayi, gunakan sampo yang lembut dan bisa membantu mengendurkan sisik. Namun Moms harus benar-benar cermat dalam memilih shampoo untuk bayi yang kulitnya cenderung masih sangat sensitif. Karena jika salah memilih, malah akan menyebabkan kulit bayi iritasi. Tipsnya, Moms bisa memakai shampoo dan sabun bayi tanpa SLS (Sodium Lauryl Sulfate-free). Moms bisa baca ingredients-nya sebelum membeli shampo-nya. Demikian juga dengan sabun, pilihlah sabun bayi tanpa SLS.
  4. Gunakan sikat berbulu lembut untuk membantu mengendurkan sisik ketika kepala bayi masih basah.

Semoga bermanfaat.

By: Ratna Sari Nur Holik

Copyright by Babyologist