Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Mastitis Ketika Menyusui

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Mengatasi Mastitis Ketika Menyusui
zoom-in-whitePerbesar

Dulu ketika Carine lahir, senang sekali rasanya karena bisa langsung memberikan ASI kepada Carine. Carine dulunya lahir melalui proses caesar karena pinggul saya yang kecil dan duga Carine sungsang di dalam rahim saya. Ketika lahir Carine begitu kecil, beratnya hanya 2,6 kg saja. 

Karena Carine merupakan anak pertama dan saya masih awam tentang hal-hal menjaga anak, maka saya hanya mendengarkan pendapat dari para tetua saja. Dokter sekarang mendukung pemberian ASI jika sudah ada ASI yang keluar dan beruntungnya saya karena ASI saya keluar secara langsung dan bisa langsung menyusui Carine. Saya tidak menggunakan pompa apa pun pada waktu itu, Carine selalu menyusui langsung. Puncaknya pada hari ketiga Carine lahir, pagi-pagi sekali saya mengalami demam tinggi hingga menggigil dan payudara saya sakit sekali, menurut dokter saya terkena mastitis. Ketika menyusui Carine rasanya sakit sekali payudara ini, tapi dianjurkan untuk menyusui terus supaya sembuh mastitisnya.

Dokter memberikan beberapa masukan kepada saya supaya mastitis saya cepat sembuh, yaitu:

• Memakan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks

Untuk sementara dianjurkan untuk tidak mengonsumsi nasi putih, melainkan kentang, beras merah, pasta gandum, roti gandum dan oatmeal karena makanan tersebut mengandung serat lebih besar dan tinggi sehingga lebih baik untuk ibu menyusui.

• Memakan makanan yang mengandung protein dan mengonsumsi seafood

Telur, almond, dada ayam, keju, yoghurt, tuna dan udang adalah beberapa makanan yang memiliki protein yang tinggi. Tetapi jika ingin memakan ikan, maka pilihlah ikan segar yang tidak terpapar merkuri.

• Makanan yang mengandung lemak baik

Makanan seperti kacang-kacangan, alpukat, biji-bijian, minyak zaitun dan susu adalah makanan yang mengandung lemak baik dan bagus untuk ibu menyusui yang terkena mastitis maupun tidak.

• Buah dan sayuran organik (tanpa zat residu)

Untuk mengatasi mastitis, ibu menyusui dapat mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar seperti brokoli, bayam, pepaya, pisang, dan jeruk.

• Susuilah bayi sesering mungkin pada posisi yang nyaman dan berganti sisi.

Jika payudara sudah terasa penuh maka langsung susuilah anak kita, jangan sampai overload karena mastitis akan semakin parah nantinya.

• Jika bayi tidak menyusui dalam jumlah banyak, pompalah ASI

Pada akhirnya saya menyewa pompa elektrik karena ASI saya lebih dari cukup untuk disusui ke Carine, ASI itu saya pompa untuk anak tante saya karena tante saya ASInya sedikit sekali.

• Pijatlah payudara kita dengan lembut saat menyusui untuk memperlancar ASI.

Kadang ada grenjelan kayak batu-batu kecil, pijitlah supaya hancur dan tidak ada ASI yang tersumbat di payudara kita.

• Hindari memakai bra yang terlalu ketat.

Pakailah Bra menyusui yang nyaman, saya dulu pakai yang tidak berkawat tetapi tetap oke walaupun dipakai untuk jalan-jalan keluar dan juga bahannya bagus sekali karena jika payudara kita penuh maka akan sedikit membengkak

• Cukupilah kebutuhan cairan tubuh agar metabolisme tubuh lancar.

Sehari saya dianjurkan untuk meminum kurang lebih 4 liter air putih supaya cairan di tubuh saya tetap tercukupi walaupun sedang menyusui

• Istirahat yang cukup agar tubuh tidak mudah lelah.

Istirahatlah seperti biasa, jika tidak bisa maka ikutlah tidur sejenak ketika anak tidur siang ataupun minum vitamin yang diresepkan dokter supaya tidak kecapean ketika menyusui dan menjaga anak 

• Jaga kebersihan selama menyusui. Hindari menggunakan pengering, selalu cuci tangan, dan jaga kebersihan puting dan bayi.

Kebersihan sangatlah penting ketika kita mempunya seorang bayi di rumah, maka jagalah kebersihan tangan, badan, dan terutama adalah payudara karena anak kita menyusui dari kita langsung, jika kotor maka dia secara tidak langsung telah mengonsumsi bakteri juga.

Mastitis sering sekali terjadi pada ibu menyusui, maka ketika menyusui janganlah telat menyusui anakmu.

Jika memompa maka jangan sering telat karena bisa mengakibatkan mastitis juga.