Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Teriakan si Kecil

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Mengatasi Teriakan si Kecil
zoom-in-whitePerbesar

Beberapa balita berteriak kapan pun mereka menginginkan perhatian dari orang tua mereka. Teriakan adalah cara mereka mengatakan, "Hey! Lihat aku!". Mereka juga senang berteriak ketika menginginkan sesuatu yang tidak bisa mereka miliki. Dalam hal ini, jeritan itu berarti, "Aku ingin itu. Berikan itu padaku sekarang!".

Kadang-kadang, volume suara si Kecil yang semakin meningkat bukan untuk mengganggu Moms. Kadang teriakan itu hanyalah teriakan kesenangan karena sedang merasakan kegembiraan yang luar biasa. Anak usia balita memang suka "menjelajahi" kekuatan suara mereka dan bereksperimen dengan cara menggunakannya.

Membalas teriakan si Kecil dengan teriakan dari Moms agar dia menurunkan volume suaranya tidak akan membantu. Hal ini malah hanya mengirimkan pesan bahwa siapa pun yang berteriak paling keras akan mendapatkan apa yang diinginkan. Cara yang dianggap paling tepat untuk mengatasi masalah ini adalah menghindari situasi yang menggoda si Kecil untuk menaikkan volume suaranya dan mengalihkan perhatiannya ketika dia mulai berteriak.

Beberapa kiat lainnya yang dapat Moms ikuti adalah sebagai berikut:

Pastikan si Kecil sudah cukup beristirahat dan diberi makan sebelum Moms meninggalkan rumah.

Pilih tempat makan yang bising. Restoran yang ramai karena banyak pelanggan biasanya bersuasana bising sehingga bisa digunakan untuk “menenggelamkan” suara teriakan si Kecil.

Minta si Kecil untuk menggunakan “suara dalam ruangan” (indoor). Jika si Kecil berteriak karena merasa senang, cobalah untuk tidak berkomentar atau mengkritik. Akan tetapi, jika teriakan itu sudah mengganggu, mintalah dia untuk menggunakan “suara dalam ruangan”-nya. Turunkan volume suara Moms sehingga dia jadi harus tenang untuk mendengar Moms.

Buatlah permainan menirukan suara lembut. Saat si Kecil berteriak-teriak, entah karena senang atau kesal, minta dia untuk menirukan suara binatang yang pelan, misalnya suara kucing. Moms juga dapat mengadakan “lomba bisikan terbaik”.

Hargai perasaannya. Berikan tindakan sesuai apa yang kira-kira dirasakan si Kecil. Apakah dia sedang kewalahan karena banyak orang, bosan, ingin sesuatu, dll? Ajarkan dia untuk mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata.

Buat dia tetap sibuk. Moms dapat membuat pekerjaan rumah tangga lebih menyenangkan untuk si Kecil dengan melibatkannya dalam kegiatan tersebut. Ceritakan tentang apa yang Moms lakukan kepada si Kecil, apa yang terjadi di sekitarnya dan siapa yang ada di dekatnya saat itu. Minta si Kecil melakukan pekerjaan mudah seperti mengambil barang-barang dari rak di supermarket.

Bagi sebagian besar Moms, bagian tersulit dalam menghadapi balita yang suka menjerit adalah mengabaikan "tatapan menghakimi" dari orang lain. Ingat saja bahwa semua orang pernah mengalaminya dan cobalah untuk tidak tersinggung.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor