Konten dari Pengguna

Cara mengatasi trauma pada anak

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi trauma pada anak

ketika Si Kecil memasuki umur 1, kebanyakan anak sudah mulai bisa tidur sepanjang malam dan tidak lagi membutuhkan susu di tengah malam sebanyak sebelumnya. Anda mungkin berpikir “akhirnyaaaa, selesai juga penderitaan kurang tidur karena menyusui di malam hari”. Although this may be true, tapi akan ada tantangan-tantangan lainnya yang harus anda hadapi. Salah satunya, adalah tantrum. Tantrum adalah cara Si Kecil mengekspresikan emosinya karena tidak mendapatkan apa yang ia inginkan atau butuhkan. Di usia 1-2 tahun, kemampuan Si Kecil untuk berkomunikasi masih sangat terbatas, sehingga ia sering kali menjadi frustrasi karena apa yang ia inginkan tidak tersampaikan dan tidak dimengerti oleh kita sebagai orang tua. Biasanya tantrum di usia 1-2 tahun terjadi karena ia lapar, lelah, mengantuk, sedang tidak enak badan, membutuhkan diaper change, atau juga karena ingin melakukan sesuatu tapi tidak diijinkan. Tantrum di usia 3-4 tahun agak berbeda. Di usia ini, Si Kecil sudah lebih mandiri dan memahami apa yang ia butuhkan dan inginkan. Ketika apa yang ia inginkan tidak diberikan, maka ia marah dan “drama” tantrum dimulai. Bagi anak berusia 3-4 tahun, tantrum adalah “senjata” untuk menaklukkan orang tua dan mendapatkan yang mereka inginkan. Apa yang sebaiknya dilakukan dalam menghadapi tantrum? · Tetap tenang dan jangan memarahi anak Di situasi seperti ini apapun yang anda katakan tidak akan terdengar oleh Si Kecil. Jika emosi anda terpancing dan memarahi anak, besar kemungkinannya tantrum akan semakin menjadi tak terkendali. Anda cukup diam, tenang, dan pastikan tidak ada yang berbahaya di dalam jangkauan anak. Berikan ia waktu untuk meluapkan emosinya. · Berikan pelukan Tahukah anda bahwa pelukan yang erat sanggup memberikan ketenangan? Sebisa mungkin, cobalah untuk memeluk Si Kecil. Meskipun ia meronta-ronta dan menjerit, dekap dengan erat. Dalam dekapan anda, anak akan merasa tenang dan dikasihi. · Ajak ia tidur atau makan Lelah dan lapar adalah dua alasan terbesar terjadinya tantrum. Cobalah tawarkan kedua hal ini kepada anak. Dan temani mereka. Your presence matters, terutama di saat-saat yang rawan seperti ini. · Temani anak sampai ia tenang Tahukah anda bahwa tantrum sangat menakutkan bagi Si Kecil? Karena alasan inilah anda sebagai orang tua dibutuhkan untuk tetap ada di samping anak sampai ia merasa tenang. Sebisa mungkin jangan serahkan kepada nanny atau orang lain. Ini adalah saat dimana anda memenuhi kebutuhan emosional anak. Be there for them. · Disagree with the action, love the person Ketika anak sudah tenang, saatnya anda menjelaskan bahwa tantrum bukanlah tingkah laku yang baik. Tetapi ingat, anda tidak perlu memarahi atau menghukum. Cukup jelaskan dengan bahasa yang Si Kecil bisa mengerti, dan pastikan anda tetap anda disampingnya. Dengan cara ini anak jadi mengerti bahwa anda tidak membenci mereka, tetapi anda tidak suka dengan perbuatannya. Semoga bermanfaat!