Konten dari Pengguna

Cara Menghindari Anemia agar Hb Tetap Normal

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara  Menghindari Anemia agar Hb Tetap Normal
zoom-in-whitePerbesar

Anemia merupakan suatu kondisi di mana seseorang tidak memiliki sel-sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke setiap organ dan juga jaringan pada tubuhnya.

Wanita yang tidak hamil disebut memiliki Hb normal pada 12-16 gr/dl. Sedangkan pada ibu hamil akan disebut normal bila memiliki Hb tidak kurang dari 11 gr/dl, itu pada saat usia kehamilan menginjak trimester pertama. Sedangkan pada trimester akhir paling tidak Hb ibu hamil yang normal yaitu berada pada 10,5 gr/dl.

Hb rendah pada ibu hamil memang sesuatu yang biasa terjadi, namun tetap saja harus dijaga dan cepat ditangani agar terhindar dari anemia. Hal ini terjadi dikarenakan meningkatnya plasma dan eritrosit yang ada pada tubuh ibu hamil.

Pada seorang ibu hamil yang setelah diperiksa dokter akan riwayat kesehatannya, bila ia memiliki riwayat anemia sejak sebelum hamil maka biasanya dokter menyarankan untuk dilakukannya pemeriksaan darah agar mengetahui kadar Hb yang dimiliki oleh ibu hamil tersebut. Apabila anemia yang dideritanya itu sering terjadi berulang-ulang, maka sangat diperlukan untuk pemeriksaan lebih lanjut aga diketahui penyebabnya, seperti:

Pengecekan darah dengan lengkap.

Pengecekan darah tepi.

Pemeriksaan urin dan juga feses.

Kadar zat besi pada darah.

Analisa sum-sum tulang dan yang lainnya.

Semua hal di atas itu sangatlah penting, karena anemia harus ditangani sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Misalnya harus ditangani dengan asupan suplemen, ada juga yang memang harus ditangani dengan secara medis.

Di Indonesia, biasanya ibu hamil yang menderita anemia itu disebabkan oleh kekurangan suplemen seperti kekurangan zat besi, asam folat, maupun vitamin B12. Pada kondisi ini, ibu hamil yang menderita penyakit ini sebaiknya tetap mengonsultasikan masalahnya ke dokter untuk mendapatkan suplemen yang paling tepat agar bisa mengatasi anemia.

Asupan Makanan Yang Baik Untuk Ibu Hamil

Berikut ini adalah asupan makanan yang biasanya menjadi anjuran dari dokter bagi ibu hamil:

Asupan bagi ibu hamil yang kekurangan zat besi sebaiknya mengkonsumsi daging merah tanpa lemak, sayuran berdaun hijau atau gelap (bayam, daun singkong, kankung, dan sawi), kacang-kacangan (kacang polong dan kacang kedelai), kuning telur, ikan, buah kering (kismis dan plum), dan lain sebagainya. Semua makanan itu memiliki kandungan zat besi yang tinggi. Dengan mengonsumsi makanan-makanan tersebut, kandungan Hb akan meningkat.

Asupan seperti buah jeruk, stroberi, kiwi, dan tomat pun perlu untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Karena selain untuk menjaga daya tahan tubuh makanan itu pun dapat membantu dalam menyerap zat besi dengan lebih baik. 

Kekurangan kandungan asam folat yang biasanya dialami oleh ibu hamil yang menderita anemia sebaiknya banyak mengonsumsi berupa bayam, brokoli, kol atau kubis, pisang, alpukat, jeruk, pepaya, kentang, kacang kacangan (kacang merah), biji-bijian (biji bunga matahari, gandum tortilla), sereal, hati ayam, hati sapi, dan lain sebagainya.

Selain itu juga ibu hamil harus memenuhi vitamin B12-nya. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap vitamin B12 maka sebaiknya ibu hamil mengonsumsi oatmeal, daging sapi, kepiting, kerang, ikan sarden, dada ayam, telur, susu, yogrut, dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.