Cara Menstimulasi Bayi untuk Tengkurap Sendiri

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setiap fase tumbuh kembang seorang anak, mulai dari lahir hingga dewasa merupakan sebuah proses yang harus dilewati, dan di sinilah peran orang tua dapat menentukan bagaimana anak dapat tumbuh menjadi kebanggaan orang tuanya. Mulai dari bayi dilahirkan, kemudian melalui banyak proses yang diajarkan langsung oleh kedua orang tua yang merawatnya. Salah satu fase awal tumbuh kembang bayi yang tidak terlewatkan adalah pada saat tengkurap. Tengkurap dapat dilakukan pada saat bayi baru lahir. Biasanya pada saat IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dengan memosisikan bayi tengkurap di dada ibu untuk menstimulasi bayi agar dapat menyusui langsung pada payudara ibu. Selanjutnya tengkurap dapat kita lakukan saat menjemur bayi dengan berada pada pangkuannya beberapa menit saja. Namun agar bayi dapat tengkurap dan membalikkan badannya sendiri umumnya dapat dilakukan pada saat usia 3-5 bulan. Tidak perlu khawatir apabila bayi belum bisa tengkurap sendiri di usia 3 bulan, karena tumbuh kembang setiap bayi berbeda-beda. Orang tua dapat melatih bayi untuk bergerak miring dan tengkurap. Berikut cara untuk menstimulasinya:
- Membiasakan dan sering tengkurapBisa dimulai pada saat menyendawakan bayi setelah menyusu, tengkurap setengah berdiri di pundak ibu sambil menepuk-nepuk halus punggungnya. Kemudian pada saat bermain, atau berjemur bisa ditengkurapkan 2-3 menit saja, lakukan 3-5 kali dalam sehari.
- Posisikan miringDengan posisi tidur miring, maka bayi dapat terdorong untuk bergerak tengkurap. Pastikan orang tua berada di sisi bayi, lakukan dengan tersenyum dan beri semangat. Posisi miring juga bisa dilakukan pada saat menyusui, sesekali ubahlah posisi menyusui sambil tidur namun tetap terjaga dan miringkan badan bayi, posisikan seperti berpelukan.
- Pancing dengan mainanUntuk usia bayi 3 bulan umumnya mainan yang sering digunakan adalah mainan yang berbunyi dengan bentuk dan warna yang menarik. Gunakan itu saat berlatih posisi tengkurap agar bayi merasa senang dan tidak bosan.
- Bantu dengan tangan, tapi jangan menarikKetika bayi sudah bisa di posisi miring, bantulah dengan memegang tangannya yang berada di atas hanya sebagai pegangan, bukan menarik untuk bisa tengkurap. Ini juga dapat memberikan rasa kepercayaan bayi terhadap orang tua dengan memegang tangannya dan membantu untuk tengkurap.
- Beri semangat dan apresiasiMemberikan dorongan semangat akan memicu pergerakan tubuh bayi untuk bergerak terus menerus. Sehingga dapat melatih tubuh bayi untuk tengkurap dengan sendirinya, dan ketika berhasil berilah apresiasi dengan mengatakan "hebat, pintar, makin sayang" dengan begitu bayi akan merasa senang dan terus berulang untuk berlatih sendiri.
- SabarDalam setiap proses atau fase tumbuh kembang anak, rasa sabar adalah fondasi utama yang harus dimiliki oleh kedua orang tua.
Setiap gerakan tengkurap bayi dapat melatih gerak tubuhnya secara keseluruhan, karena dengan tengkurap dapat melatih otot-otot mulai dari otot leher, bahu, punggung, tangan dan kaki. Namun tetap selalu lakukan pengawasan apabila bayi tiba-tiba sudah dapat tengkurap sendiri, terlebih pada saat bayi tertidur karena berisiko dapat SIDS (Sudden Infant Death Syndrom) atau yang sering dikenal dengan sindrom kematian mendadak pada bayi. Konsultasikan setiap perkembangan anak ke DSA masing-masing untuk mengetahui lebih lanjut.
Semoga bermanfaat.
By: Dwi Nur Fitriana via Babyologist
