Konten dari Pengguna

Cara Menstimulasi Bicara Pada Anak ala Mom Naila

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Menstimulasi Bicara Pada Anak ala Mom Naila
zoom-in-whitePerbesar

 “Giginya belum ada, biasanya anaknya jalan duluan, bicaranya agak terlambat”

Ini kalimat yang saya dengar dari beberapa orang yang tahu kondisi anak saya yang belum punya gigi sama sekali sampai usia menjelang 12 bulan.

Tapi sebenarnya dari awal saya percaya bahwa kemampuan bicara anak saya tidak ada hubungan sama gigi yang belum tumbuh dan itu bisa dilatih. And I did it! She did it!

Sekarang usia anak saya Sheika hampir 16 bulan. Kosakata nya sudah cukup banyak dan sudah bisa diajak komunikasi 2 arah. Dia juga sudah bisa menyampaikan respon seperti “ndak mau” (tidak mau) sambil menggeleng, “mo nyaik” (mau naik) , “nyak” (enak) sambil mengacungkan jempol, berhitung sampai 5 , beberapa nama hewan dan menirukan suaranya, memanggil orang-orang disekitarnya dengan lugas termasuk ibu dan ayahnya.

Hanya ingin berbagi pengalaman yang mungkin sedikit bisa diterapkan untuk ibu-ibu yang ingin menstimulasi anaknya agar cepat bicara.

Menstimulasi anak agar cepat bicara

Anak adalah peniru ulung. Jadi ketika sedang di depan anak sebisa mungkin saya menjaga ucapan saya dengan ucapan sebaik mungkin karena dia akan meniru. Saya selalu membiasakan mengucapkan maaf, terima kasih dan pamit atau permisi, sehingga Sheika tanpa saya ajarkan dia akan menggerakkan tangan nya seolah-olah meminta maaf ketika tahu dia salah atau tersenyum sambil mengucapkan “maci” (terima kasih) ketika diberi sesuatu.

Mengajak anak bermain telepon juga bisa menstimulasi anak untuk berbicara. Karena anak-anak biasanya suka bermain telepon, saya sering mengaja Sheika pura-pura ngobrol di telepon dan memancing dengan bertanya seperti ‘Sheika nya ada?” dan biasanya dia akan jawab “ada” atau “nda ada” (tidak ada) , atau pertanyaan-pertanyaan lain yang bisa melatih berpikir anak.

Kebetulan karena kamar kami di atas setiap akan menaiki satu per satu anak tangga, Sheika saya ajak berhitung, 1 sampai 10 setiap naik satu anak tangga, untuk melatih berbicara dan kemampuan berhitung Sheika.

Sebelum tidur jadi waktu yang cukup efektif untuk mengajarkan anak banyak hal. Karena suasana kamar yang nyaman dan kondisi anak yang sudah relaks biasanya membantu penyerapan informasi lebih efektif. Maka dari itu saya memasang beberapa poster di kamar seperti gambar hewan dan kendaraan dan Sheika biasanya excited untuk menyebutkan satu per satu nama-nama hewan dan kendaraan sebelum dan saat bangun tidur, karena poster jadi center point di kamar yang “paling menarik perhatian” Sheika.

Dan jangan lupa bedtime story. Karena buku jadi media pengenalan banyak kosakata baru untuk anak dan sekaligus mengajarkan anak untuk suka membaca.

Bernyanyi sambil menonton video lagu anak jadi kegiatan yg fun untuk dilakukan, khususnya untuk anak yang visual. Dari bernyanyi anak belajar banyak sekali kosakata dan mengenali banyak objek baru dengan cara yang menyenangkan.

Mengenalkan objek-objek di sekitar juga sering saya lakukan untuk mengenalkan Sheika objek baru. Misalnya ketika sedang di mobil dalam perjalanan jadi kesempatan saya selama perjalanan untuk mengenalkan Sheika berbagai kendaraan yang ditemui di jalan, lampu, bunga, pohon dan objek-objek menarik lainnya.

Kalau Moms bekerja bagaimana? Apa bisa maksimal melatih kemampuan biacara anak?

Tentu bisa. Karena kebetulan saya juga ibu pekerja. Yang paling penting kita dapat memaksimalkan waktu yang kita punya selama kita di rumah untuk sebanyak mungkin berkomunikasi dengan anak.

Pada intinya, untuk saya pribadi setiap anak dibekali kemampuan untuk belajar, mengenali dan menangkap berbagai objek baru dengan masing-masing cara menyenangkan

Yang paling penting adalah stimulasi secara konsisten dan mengajak berbicara anak seperti layaknya teman  mungkin menjadi cara efektif untuk dapat melatih ia banyak kosakata baru dan berbicara.

Semoga bermanfaat.

By: Naila Authary