Cara Menstimulasi Kemampuan Berjalan Pada Anak

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Cara Menstimulasi Kemampuan Berjalan Pada Anak
Setiap orang tua tentu menginginkan kemajuan di setiap perkembangan anaknya. Apalagi apabila melihat anak seusianya sudah bisa melakukan hal-hal yang sekiranya belum bisa dilakukan anak kita sendiri. Biasanya orang tua akan cenderung merasa khawatir takut ada sesuatu yang salah sehingga anaknya belum bisa menunjukkan perkembangan seperti anak-anak seusianya. Sebelum Wening berumur setahun, saya tidak pernah merasa khawatir karena perkembangan Wening bisa dikatakan sesuai dengan usianya saat itu. Ia bisa tengkurap, merayap, merangkak, duduk sendiri, dan bahkan berdiri dengan cara berpegangan sesuai dengan usianya. Namun, setelah mencapai usia setahun ia tidak menunjukkan perkembangan pada kemampuan berjalan. Ia hanya bisa berjalan sambil memegang tembok dan benda lainnya. Namun, ia sangat takut apabila pegangannya harus dilepas. Demi mengasah kemampuan berjalannya, saya telah melakukan banyak hal termasuk mencari tahu perihal stimulasi apa yang dapat saya berikan agar Wening segera bisa berjalan.
Berikut beberapa cara saya menstimulasi berjalan Wening:
Belajar Berjalan dengan Cara Dititah
Setiap hari saya berusaha menitah Wening agar kakinya semakin kuat dan agar ia semakin berani berjalan. Semakin lama ia semakin bisa mengikuti arahan saya sampai ketika dia bisa berjalan dengan hanya dipegangi satu tangan saja. Pada fase ini, ia masih merasa takut untuk berjalan seorang diri. Setiap tangannya dilepas, ia akan duduk dan tidak mau berjalan lagi.
Belajar Berdiri Sendiri
Pada saat itu, Wening bahkan tidak berani berdiri sendiri. Ia selalu berdiri dengan bantuan benda di sekitarnya. Saya selalu memberikan contoh kepada dia agar ia tahu bagaimana cara melakukannya. Hal ini juga saya lakukan ketika mengajarinya tengkurap, merangkak, duduk, dan juga berdiri sambil memegang benda-benda di sekitarnya. Saya memberikan contoh kepada Wening agar ia bisa lebih mudah belajar dan memang ia akhirnya bisa karena berusaha mencontoh saya. Untuk mengajarkan Wening berdiri sendiri, saya melakukan beberapa stimulasi. Salah satunya, mengajak ia bermain jongkok dan berdiri. Saya akan meletakkan mainan di atasnya dan menunyuruhnya untuk menaruh ke bawah atau juga sebaliknya. Melalui permainan ini, tanpa sadar anak akan terbiasa untuk jongkok dan berdiri sendiri. Ia akan tanpa sadar berdiri sendiri sambil membawa mainannya. Setelah bisa berdiri sendiri, Wening akhirnya mulai berani berjalan walaupun harus dengan memegang benda kecil, seperti bolpoin atau sendok.
Belajar Berjalan dengan Alat Bantu Push Walker
Baby walker yang biasa digunakan para orang tua untuk mengajari anak berjalan sebenarnya sangat tidak disarankan karena banyak nilai negatif ketika memakai baby walker termasuk juga anak jadi malas untuk berjalan sendiri karena menggunakan baby walker akan lebih mudah. Anak bebas kemana-mana dengan bantuan roda dari baby walker. Untuk mengajari anak belajar berjalan, sebaiknya justru menggunakan push walker. Apabila tidak memiliki push walker, bisa juga menggunakan kursi, keranjang dorong, atau benda lainnya yang aman dan mudah didorong anak. Push walker sendiri saya rasa hanya bisa digunakan ketika anak sudah benar-benar kuat kakinya untuk berjalan. Wening pernah menggunakan push walker ketika kakinya belum benar-benar kuat sehingga ia kesulitan mengikuti gerak push walker yang memang ringan dan mudah sekali didorong. Ketika kaki anak sudah benar-benar kuat, push walker ini dapat menambah kepercayaan diri anak dan lama kelamaan anak akan semakin lancar berjalan tanpa perlu dititah lagi.
Memberikan Sounding Kepada Anak
Saya melihat bahwa Wening sebenarnya sudah bisa berjalan namun ia ragu apabila tangannya harus dilepaskan. Jadi, saya selalu meyakinkan dia dan memberikan pengertian bahwa dia bisa melakukannya. Sounding saya lakukan terus menerus hingga ia memiliki kepercayaan diri. Setelah memiliki kepercayaan diri, ia pun berani untuk berdiri dan berjalan sendiri tanpa bantuan apapun.
Melatih Anak Berjalan dengan Cara Menendang Bola
Pada saat Wening sudah mulai bisa berjalan sendiri, saya mulai memberikan stimulasi kepada Wening dengan cara bermain menendang bola. Ia akan senang mengikuti arah bola. Awalnya langkah berjalan Wening cuma sampai sekitar tiga langkah saja. Semakin lama langkahnya akan semakin banyak karena tanpa sadar dia berjalan sambil mengejar bola.
Demi memperoleh kemampuan berjalan, Wening memerlukan stimulasi dan sounding berbulan-bulan. Ia baru bisa lancar berjalan ketika berusia 16 bulan. Memang sebenarnya anak memiliki waktu sendiri dalam mencapai setiap kemampuannya. Namun terkadang kita sebagai orang tua merasa khawatir ketika melihat anak seusianya sudah bisa melakukan hal-hal yang belum bisa anak kita lakukan dan terutama ketika orang terdekat sudah mulai mempertanyakan kemampuan anak kita yang bisa dikatakan tertinggal daripada anak lainnya. Saya rasa orang tua tidak perlu terlalu cemas, tetap berikan stimulasi dan sounding, berikan kepercayaan penuh kepada anak sehingga anak juga bisa percaya diri. Setiap anak juga pasti berusaha namun waktunya saja yang berbeda-beda. Ada yang lebih cepat, ada yang sesuai usianya, dan juga ada yang sedikit terlambat.
Batas usia berjalan pada anak adalah umur 18 bulan. Ketika anak sudah berumur 18 bulan, sebaiknya periksakan ke klinik tumbuh kembang anak agar anak bisa diberikan terapi-terapi khusus. Pada saat itu, saya memang ingin membawa Wening ke klinik tumbuh kembang anak tapi karena umurnya belum 18 bulan, saya akhirnya menunda niat tersebut. Saya memutuskan membawanya ke tukang pijat ternama di daerah rumah saya. Setelah rutin pijat di sana, sembari tetap memberikan sounding dan stimulasi tentunya, Wening akhirnya bisa berjalan sebelum berumur 18 bulan. Sekarang ia bahkan bisa jalan-jalan dengan jarak yang agak jauh tanpa perlu digendong. Ia lebih memilih untuk berjalan sendiri terutama ketika ingin pergi ke warung, supermarket, posyandu, atau bahkan ketika jalan-jalan di mall.
Melihat Wening bisa berjalan lancar merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya dan suami saya. Kami bersyukur dapat melewatinya. Percayalah masa sulit itu akan cepat berlalu, berganti dengan rasa syukur. Bisa jadi orang tua lain menganggap anak yang bisa berjalan itu hal yang biasa. Tapi bagi kita bisa menjadi hal yang luar biasa membahagiakan. Tetap berikan kepercayaan kepada anak. Percayalah dia dapat melewatinya. Kita hanya perlu mendoakan dan memberikan stimulasi yang terbaik untuknya. Jangan lupa berikan pujian dan tunjukkan ekspresi bahagia setiap kali ia berhasil melakukan sesuatu. Ketika ia terjatuh juga berikan semangat agar ia tidak mudah menyerah untuk belajar melakukannya
