Konten dari Pengguna

Cara Mom Mala Menyapih Dot

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Mom Mala Menyapih Dot
zoom-in-whitePerbesar

Kemarin ini sudah banyak yang tanya bagaimana cara Dila lepas dot dan pertanyaan-pertanyaan seputar dot Dila.

Sebelumnya saya benar-benar mau thankfully banget sama tantenya Dila. Soalnya tantenya yang paling punya peran besar atas keberhasilan lepas dot Dila. Karena saya pribadi kan cuma ketemu Dila malam saja kalau weekdays. Dan seharian full Dila sama tantenya kalau weekdays. Jadi makanya saya benar-benar merasa tantenya Dila yang sukses buat sapih Dila.

Awalnya saya mau sapih Dila dot itu nanti ya Moms pas Dila 2 tahun aja. Sapih dot ini sama sekali tidak direncanakan dan diniatkan sama sekali. Jadi awal ceritanya itu pas kita lagi di jalan pulang dari Bogor terus di perjalanan Dila minta susu. Saya cuma bawa botol dot itu 2 dan semuanya sudah kepakai buat nyusu pas tadi siang. Saya tidak expect Dila minta susu lagi soalnya itu sudah mau sampai rumah makanya botol dotnya tidak saya cuci.

Tapi ternyata keinginan Dila berkehendak lain. Dia ngerengek pengen susu dan semua botolnya kotor, saya tawarikan dia buat minum di straw cup. Dan saya jelaskan ke dia semua botolnya kotor tidak ada lagi dotnya, jadi kalau mau susu hanya tinggal di botol.

Amazingly, entah memang saking pengennya minum susu atau bagaimana, dia mau loh minum susu di straw cup. Saya iseng bilang "apa kita sapih dot aja sekalian kali ya?" tantenya Dila bilang "Ok yaudah kita coba".

Dila memang sudah tidak pernah minum susu malam at all Moms. Jadi memang proses penyapihan itu dimulai waktu paginya. Malamnya sebelum tidur saya sudah ngomong ke dia "Dila besok minum susunya di straw cup ya, No No dot lagi. Botol dotnya kotor semua jadi minumnya di straw cup aja ya". Saya bisikin terus itu berulang-ulang Moms.

Besok paginya baru deh drama dimulai. Biasanya bangun tidur dia minta susu langsung saya kasih deh di straw cup. Mulailah menolak dan merengek dia engga mau minum susu di straw cup. Berkali-kali dia merengek bilang "mamih cucu mamih, mau cucu". "ini susu Dila, mulai sekarang minum susunya di sini yah, dotnya kotor semua".

Sambil berkata seperti itu, saya sodorkan straw cup isi susu tetap dia berulang kali bilang susu. Mungkin karena dia tahunya minum susu itu bukan di situ tapi di dot. Awalnya saya sempat menyerah, saya mikir lagi apa nanti aja lah nunggu dia 2 tahun. Tapi tantenya Dila yang menguatkan, dia bilang dicoba aja dulu seharian ini bagaimana kan belum dicoba juga.

Akhirnya saya kuatkan tekad lagi, langsung saya masukin semua botol-botol dotnya Dila dan saya simpan di tempat yang kira-kira tidak terlihat sama dia dan saya bulatkan untuk lanjutkan penyapihan dot ini. Kira-kira ini seperti ini progressnya bagaimana sampai Dila bisa full lepas dot.

DAY 1

Full seharian itu Dila rewelnya minta ampun. Maunya digendong terus, diperhatiin, rengek-rengek engga jelas. Mainan salah, mau tidur salah, pokoknya apapun salah. Ditambah dia pun jadi males makan.

Jadi setiap dikasih susu itu dia tidak pernah abis. Paling hanya di sedot 2-3 kali udah engga mau lagi. Sayang banget kan dan bikin worry juga karena berarti susunya kurang banget. Malam-malamnya juga Dila rewel pengennya digendong terus karena sebelum tidurnya dia tidak nyusu.

Sampai papinya protes "udahlah mih kasih lagi aja dotnya, kasian kan nyusunya juga jadi sedikit banget" saya jadi makin paniklah udah diprotes gitu kan, mana anaknya juga rewel. Tapi saya jadi mikir lagi, ini sudah setengah jalan banget, kalau saya berhenti di sini, some day saya harus menghadapi situasi seperti ini lagi.

Jadi dibanding saya harus menghadapi situasi seperti ini 2 kali, mending saya beresin aja sekali waktu. Dan untungnya saya dapat support juga dari tantenya Dila "yang mau capek". Jadi saya coba yakinkan diri sendiri bahwa badai ini pasti berlalu.

DAY 2

Dila sudah mulai mau coba beradaptasi. Dia sudah tidak lebay-lebay lagi kalau minta susu. Dan tantenya Dila coba buat kasih Dila susunya pakai clear holder bukan pakai straw cup. Dan good newsnya Dila lebih banyak minum susunya kalau pakai clear holder dan makannya juga jadi membaik. Dila sudah mulai seperti biasanya tidak se-cranky day 1. Tapi tetap masih ada rewel-rewelnya sedikit.

DAY 3

Totally Dila sudah sukses lepas dot. Dia sudah tidak rewel-rewel sama sekali. Kalau minta susu langsung kasih di clear holder, anteng minum susunya. Tidak ada lagi drama-drama dotnya. Dia sudah ngerti banget kalau minum susu sudah bukan di dot lagi. Mungkin dia juga mikir mau dia rewel seperti apapun juga tidak kan dikasih.

Manfaat Sapih Dot

  • Mencegah munculnya gigi kariesDan karena sapih dot ini juga bikin kebiasaan baru yang baik buat Dila. Dila jadi tidak nyusu lagi kalau mau tidur. Biasanya dia kalau mau tidur harus nyusu dulu, karena sapih dot ini kan dia tidak bisa nyusu sambil tiduran. Benar-benar mencegah gigi karies Moms.

  • Jam nyusunya lebih teraturMakan sama ngemilnya jadi banyak. Karena memang nyusunya jadi lebih sedikit. Kemana-mana lebih praktis banget. Tidak perlu cuci dan steril botol lagi. Cukup bawa clear holder aja.

Cara Menyapih Dari Dot

  • KompakJangan sampai kejadian seperti saya Moms. Yang sayanya sudah niat banget eh ayahnyanya yang kasian. Jadinya anak kita akan berlindung ke sosok yang menurut dia "melindungi" dia. Jadi make sure semuanya harus kompak dan perlakuannya sama.

  • Pola makanPastikan kalau nafsu makannya lagi bagus ya Moms. Jangan anak lagi GTM kita sapih. Alhasil jadinya makan sedikit, nyusu juga sedikit. Soalnya pasti anak rewel, bisa jadi seperti Dila juga jadi malas makan. Makanya lebih bagus kalau nafsu makannya lagi baik. Jadi kalaupun tidak nyusu tapi makannya lumayan.

  • Jangan berpatokan dengan umurLihat kebutuhan dan kesiapan anak kita masing-masing ya Moms. Kalau kita merasa anak kita sudah mampu dan bisa untuk disapih baru kita lakuin. Misalnya ya, ada anak yang umur 9 bulan sudah tidak mau dot kita jadi bingung. Moms tidak perlu bingung toh pada akhirnya kita akan sapih dia jadi anggap saja dia menýapih dirinya sendri secara alami. Kan kita bisa pakai media lain untuk kasih susu. Misalnya pakai straw cup atau disendokin. Atau sebaliknya anak kita sudah 2 tahun tapi kok sepertinya masih perlu deh dotnya karena situasi yang belum memungkinkan ya tidak apa-apa Moms.

Mendidik dan merawat anak bukan balapan siapa yang duluan kok. Jadi semua balik lagi ke masing-masing anak dan ibunya. Kita sendiri yang tahu kondisi kita. Jadi, don't care sama semua judging dan pandangan orang Moms. Yang penting happy Mom happy child.

Semoga bermanfaat.

By: Mala Sari

Copyright by Babyologist